FAKTA BUNGO – Dampak kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Hingga Oktober 2026, jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bungo tercatat mencapai sekitar 4.900 kasus secara akumulatif.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui pembagian masker, penyampaian imbauan melalui media, serta edukasi kesehatan yang melibatkan puskesmas.
Pembagian Masker tersebut di Kawasan Bundaran Pasar Bawah, Kecamatan Bungo Barat, Kabupaten Bungo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dr. H. Safaruddin M, MPH., MH., Sp. KKLP., FISQua., CPCCP, menyampaikan, bahwa bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Jambi telah diterima dan didistribusikan kepada masyarakat. Pembagian masker juga direncanakan terus berlanjut sebagai upaya mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Intinya kita tetap eksis dalam melakukan upaya-upaya untuk penanggulangan kabut asap. Bantuan dari provinsi kemarin sudah sampai kepada kita dan sudah dibagikan. Besok juga akan berlanjut pembagian masker kepada masyarakat,” ungkapnya., Rabu pagi (14/10/2026).
Selain pembagian masker, imbauan kepada masyarakat terus disampaikan melalui berbagai saluran informasi, termasuk media dan puskesmas. Masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, serta mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak terlalu penting.
Menurutnya, paparan kabut asap tidak boleh dianggap sepele karena berisiko mengganggu kesehatan, terutama organ pernapasan.
Bayi, Balita, Ibu Hamil dan Penderita Penyakit Pernapasan Diminta Waspada
dr. H. Safaruddin M, MPH., MH., Sp. KKLP., FISQua., CPCCPsecara khusus mengingatkan kelompok rentan agar lebih berhati-hati selama kondisi kabut asap berlangsung.
Kelompok tersebut meliputi bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma maupun Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Mereka diimbau membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah segar, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun dan air mengalir, serta melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kondisi tubuh.
Langkah pencegahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan dan mengurangi risiko gangguan pernapasan selama kabut asap masih terjadi.
Terkait kondisi kualitas udara, pihak Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Bungo masih menghadapi kendala. Hal ini karena alat pemantau kualitas udara setempat sedang dalam proses perbaikan.
Untuk sementara, gambaran kondisi ISPU mengacu pada data dari Kabupaten Tebo sebagai wilayah tetangga.
Berdasarkan perkiraan pihak Dinas Kesehatan, selama periode kabut asap berlangsung, ISPU di Kabupaten Bungo belum pernah berada di bawah angka 50. Namun, angka pasti kualitas udara di Bungo masih perlu dikonfirmasi melalui pengukuran resmi setelah alat pemantau kembali berfungsi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak hanya mengandalkan penilaian visual terhadap ketebalan asap dalam menentukan risiko kesehatan.
Kasus ISPA Naik Turun, Didominasi Batuk dan Pilek
Sementara itu, berdasarkan laporan bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), perkembangan kasus ISPA yang dilaporkan mengalami fluktuasi. Jumlahnya dapat berkisar antara 90 hingga 130 kasus, bergantung pada periode pelaporan dan kunjungan pasien.
Keluhan yang banyak ditemukan merupakan ISPA ringan, seperti batuk dan pilek. Meski demikian, data terperinci mengenai jumlah penderita berdasarkan kelompok usia, termasuk balita dan lanjut usia, masih menunggu rekapitulasi dari bidang terkait.
Secara keseluruhan, jumlah kasus ISPA yang tercatat hingga Oktober 2026 mencapai sekitar 4.900 kasus.
Petugas puskesmas juga terus melakukan pemantauan, penyuluhan, dan imbauan kepada masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengarah pada gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti seluruh imbauan kesehatan yang telah disampaikan.
Apabila mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, atau gejala yang semakin memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga Kabupaten Bungo.(FB)






