Dapat Laporan Dari Masyarakat, Tamrin Anggota DPRD Bungo Datangi Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang

Gambar : Anggota DPRD Bungo Tamrin Ketika Melihat Ruangan IGD yang kosong di Puskesmas Limbur lubuk mengkuang Saat di temani Salah Satu ASN yang ada di sana

FAKTA BUNGO – Sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dimana notabenenya pelayananan kesehatan primer yang sangat dekat dengan wilayah warga ini seharusnya buka atau beroperasi 24 jam.

Namun itu tidak berlaku bagi Puskesmas Limbur Lubuk mengkuang , dimana jam baru menunjukkan pukul 07.30 WIB, tak seorangpun petugas di bagian IGD (Instalasi Gawat Darurat) ada di tempat.

Bacaan Lainnya

Sungguh malang bagi warga Kecamatan Limbur lubuk mengkuang, yang enggan dituliskan namanya pada media ini, yang mendatangi Puskesmas tersebut,Senin  (17/07/2022),

Seharusnya ruangan IGD ini tidak pernah kosong, karena kita tidak pernah tau kapan peristiwa itu terjadi, seandainya peristiwa itu terjadi pada saat ini dan mereka bawa ke ruangan IGD Puskesmas limbur Lubuk mengkuang orang yang menunggu di IGD tidak ada di tempat, otomatis meminta pertolongan pertama terganggu.

Namun sesampainya di Puskesmas itu, dirinya hanya menemukan satu pegawai negeri sipil saja dari 16 PNS yang ada disitu, sedangkan pukul sudah menunjukkan 07.30 para tenaga honorer pun juga belum ada di tempat, di bagian pelayanan, dan tak seorangpun petugas yang berada di ruangan tersebut, padahal jam masih menunjukkan pukul 07.30 pagi.

Menanggapi pengaduan warga, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo, Tamrin sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, dengan beroperasinya Puskesmas selama 24 jam, akan mampu menjawab beberapa persoalan yang masih terjadi di lingkungan masyarakat.

Disebutkan Tamrin, persoalan-persoalan yang masih muncul di sekitar Puskesmas akibat tidak ber operasi 24 jam di bagian IGD (Instalasi Gawat Darurat), antara lain masih ada hambatan pada kualitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

“Hambatan ini bisa saja berdampak langsung pada penurunan angka kesehatan masyarakat, bahkan sampai pada kematian warga,” kata Tamrin.

Disebutkannya, seharusnya ruangan IGD ini tidak diperbolehkan kosong, kalau ada jam piket petugas IGD ini habis atau di tukar ke sift yang lain, maka sebelum sift baru datang tidak di benarkan pulang terlebih dahulu sampai sift baru ini datang .

Tamrin berharap, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Puskesmas Limbur lubuk Mengkuang ini agar bekerja sepenuh hati dalam melayani masyarakat.

“Kita berharap kepada tenaga honorer dan ASN yang bertugas di puskesmas kecamatan Limbur lubuk mengkuang ini agar bekerja sepenuh hati dalam melayani masyarakat,”Kata Tamrin.

Sementara itu kepala puskesmas (Kapus) Limbur lubuk mengkuang Sutari ketika di hubungi lewat telpon seluler mengatakan, bahwasanya dirinya tidak bisa masuk ke puskesmas dikarenakan asam uratnya kambuh, hingga pagi ini asam uratnya nya sampai LO.

“Benar saya belum bisa masuk ke puskesmas hari ini, di karenakan asam urat saya kambuh, bahkan ketika saya cek asam urat saya sampai LO,”ujar Sutari.

Terkait dengan jumlah ASN yang ada di puskesmas Sutari menjawab” jumlah ASN yang ada di puskesmas ada 16 orang, dan 4 orang lagi menyusun skripsi.

“Di puskesmas Limbur ini punya 16 ASN, 4 orangnya lagi izin karena mau menyusun skripsi,”Katanya.

Lanjut demikian, ketika di tanyai tentang ada beberapa hari yang lalu pasien sedang mau di rujuk ke RSUD H.Hanafi Bungo tiba setengah perjalanan tabung oksigen yang di pakai pasien tersebut habis.

Sutari menjawab ” saya tau pasien itu orang SP 3, bukannya habis, kami mempunyai kerjasama setiap puskesmas wajib saling bantu membantu, ketika di salah satu puskesmas mempunyai kendala, ketika pasien itu di rujuk ke RSUD H.Hanafie tabung oksigen pasien itu paling lama tahannya sekitar 30 menit karena itu sesuai dengan aturan,”Jawab Sutari selaku Kapus Limbur lubuk mengkuang.

Makanya setiap puskesmas yang ada di kabupaten Bungo ini, kami sudah mempunyai kerjasama, maka pasien tersebut sampai di puskesmas simpang lubuk landai, tabung oksigennya di tukar yang baru.

Dengan jawaban Kapus Limbur lubuk mengkuang, rasanya miris jawaban yang dia berikan kepada media ini, seolah-olah pihaknya sudah bekerja dengan semaksimal mungkin dan tidak masuk akal jawaban yang ia berikan.(FB)

Pos terkait