Badan permusyawaratan Desa (BPD) Akan Lakukan Studi Tiru ke Semarang Selama 5 Hari, Fokus Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Layanan

Gambar : Ilustrasi

FAKTA BUNGO -Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Bungo dijadwalkan akan melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari, dimulai pada tanggal 18 Juli hingga 23 Juli 2025.

Rombongan BPD akan belajar langsung ke sejumlah desa berprestasi dan institusi pemerintahan di Semarang yang telah berhasil menerapkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan keuangan desa berbasis digital. Di Hotel Horison Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dusun (PMD) Bungo, Syafrizal,S.E, membernarkan bahwasanya para BPD se Kabupaten Bungo akan mengikuti studi tiru di Semarang.

Bahwa studi tiru ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan anggota BPD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan aspirasi masyarakat.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana BPD di daerah lain mampu bersinergi dengan pemerintahan desa dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola desa yang partisipatif dan transparan,” ujarnya., Selasa pagi (16/07/2025).

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang tukar pengalaman dan pembelajaran antar-wilayah. Beberapa agenda yang akan diikuti di antaranya adalah diskusi panel dengan BPD Kota Semarang, kunjungan ke Balai Desa berprestasi, serta pelatihan manajemen kelembagaan desa.

“Semoga sepulang dari kegiatan ini, BPD dapat menerapkan hal-hal baik yang dipelajari di Semarang untuk kemajuan desa masing-masing di Bungo,” ucapnya.

Untuk di ketahui para BPD ini akan menyetorkan Dana per orang 11,5 juta, dengan rincian seluruh biaya kegiatan selama studi tiru di Semarang dan ke desa kunjungan desa Ponggok, dan tiket pesawat PP(FB)

 

Pos terkait