FAKTA BUNGO – Proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Haburan dengan Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, hingga kini masih belum rampung. Padahal, proyek strategis tersebut telah masuk dalam daftar anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara berulang sejak tahun 2023.
Koordinator Wilayah DPP Ormas Bidik, Eka Larka, menyoroti adanya indikasi kejanggalan dalam pengelolaan proyek ini. Menurutnya, jembatan yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp4 miliar itu telah mendapatkan kucuran anggaran setiap tahun, namun progresnya masih jauh dari harapan.
“Setiap tahun selalu dianggarkan untuk jembatan yang sama. Namun kenyataannya, sampai akhir 2025 ini, jembatan belum juga selesai. Kuat dugaan ada sesuatu yang tidak beres dalam pelaksanaannya,” tegas Eka Larka, Minggu (17/8/2025).
Ia menambahkan, seharusnya dengan besaran anggaran tersebut, pembangunan jembatan sudah bisa tuntas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Akan tetapi, hingga kini, proyek tersebut justru kerap menimbulkan persoalan baru.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengonfirmasi langsung ke pihak Dinas PUPR terkait lambannya penyelesaian proyek ini. Publik berhak tahu ke mana anggaran tersebut dialokasikan,” pungkas Larka.





