FAKTA BUNGO – Aktivitas parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Hanafie Kabupaten Bungo kini menjadi perhatian serius publik. Pasalnya, viral di media sosial Facebook seorang pengunjung rumah sakit mengaku dikenakan biaya parkir hingga mencapai puluhan ribu rupiah.
Kejadian ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Ada yang menilai tarif tersebut wajar karena kendaraan diparkir hampir 20 jam. Namun, tidak sedikit pula yang kecewa lantaran tidak ada pemberitahuan jelas terkait adanya paket pilihan parkir inap maupun harian.
Taspari, petugas pengelola parkir RSUD H. Hanafie, menjelaskan bahwa aturan parkir sudah ditetapkan sesuai durasi dan lama kendaraan berada di area rumah sakit. Ia menyebut, informasi mengenai paket parkir sebenarnya sudah ditempel melalui spanduk dan juga kerap disampaikan oleh petugas parkir.
“Kita sudah buat himbauan paketan inap di spanduk, namun masyarakat mungkin tidak membacanya. Petugas parkir juga sudah memberi tahu, tetapi mungkin tidak semua pengunjung sempat diinformasikan soal paket inap atau paket besuk sementara,” ujar Taspari.
Meski demikian, sejumlah pengunjung tetap merasa keberatan. Seperti yang disampaikan oleh Popi, salah satu keluarga pasien, yang menyebut biaya parkir di RSUD H. Hanafie tidak wajar.
“Bayar parkir sampai Rp58 ribu, ini fasilitas milik pemerintah, jangan sampai membebani masyarakat. Bagaimana dengan keluarga pasien yang tidak mampu dan harus menunggu berhari-hari di rumah sakit?” keluh Popi.
Ungkapan kekecewaan juga ramai di media sosial. Dalam bahasa sehari-hari, banyak warganet menilai pungutan parkir tersebut sudah seperti pungutan liar (pungli). Mereka menilai keberadaan rumah sakit seharusnya membantu meringankan beban masyarakat, bukan justru menambah masalah dengan biaya parkir yang tinggi.
Sorotan juga datang dari Ketua GardaMas, Hairun, yang meminta Bupati Bungo H. Dedy Putra untuk turun tangan dan mengevaluasi kebijakan tarif parkir RSUD H. Hanafie.
“Terkait tarif parkir RSUD sangat membebani masyarakat, apalagi yang terkena biaya ini adalah keluarga pasien yang sedang kesusahan. Kami minta Bapak Bupati segera mengambil kebijakan agar parkir RSUD tidak menjadi beban masyarakat,” tegas Hairun.
Ia juga menambahkan, “Lucu, baru kali ini saya dengar parkir ada paket seperti warnet, padahal ini fasilitas umum milik pemerintah daerah. Jangan sampai lahan parkir RSUD dijadikan ajang bisnis. Silakan pungut biaya parkir, tapi sewajarnya saja.”
Hingga kini, polemik tarif parkir di RSUD H. Hanafie masih menjadi pembicaraan hangat dan masyarakat berharap ada langkah cepat dari pihak terkait agar tidak semakin menimbulkan keresahan.
Reporter : Budi





