FAKTA BUNGO – Sebanyak 250 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA mengikuti seleksi Putra-Putri Batik Bungo 2026. Setelah melalui proses audisi, peserta terpilih kini menjalani pembekalan sebelum mengikuti malam final pada 20–21 Oktober 2026. Seleksi ini bertujuan melahirkan duta batik dari kalangan generasi muda yang mampu mencintai, menggunakan, dan mempromosikan batik lokal.
Kepala Bidang Perindustrian Kabupaten Bungo, Sisanti HS., S.P., mengatakan audisi seleksi telah dilaksanakan pada Minggu (11/10/2026) di Perindagkop Kabupaten Bungo. Dari ratusan peserta yang mendaftar, panitia telah menetapkan sejumlah peserta untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Berdasarkan hasil seleksi, tingkat SD meloloskan 12 peserta putra dan 12 peserta putri. Jumlah yang sama juga ditetapkan untuk tingkat SMP, yakni 12 peserta putra dan 12 peserta putri.
Sementara itu, pada tingkat SMA, masing-masing 14 peserta putra dan 14 peserta putri berhasil lolos seleksi. Tingginya jumlah pendaftar di tingkat SMA menunjukkan besarnya minat pelajar untuk mengikuti ajang pemilihan Putra-Putri Batik Bungo.
Saat ini, seluruh peserta yang lolos seleksi tengah mengikuti pembekalan sebagai persiapan menghadapi babak final. Tahapan ini menjadi bagian penting agar peserta lebih memahami batik lokal serta mampu membawa pesan pelestarian budaya kepada teman sebaya dan masyarakat.
Sisanti menjelaskan, rangkaian Festival Batik Bungo dijadwalkan dimulai pada 20 Oktober 2026 dengan pembukaan festival pada pagi hari. Pada malam harinya, akan dilaksanakan final pemilihan Putra-Putri Batik tingkat SD dan SMP.
Selanjutnya, final pemilihan Putra-Putri Batik tingkat SMA atau SLTA dijadwalkan berlangsung pada malam 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bungo ke-61.
Menurut Sisanti, seleksi ini bukan semata-mata ajang kompetisi untuk menentukan peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana menumbuhkan rasa bangga terhadap batik Bungo sejak usia dini.
Ia berharap, peserta yang terpilih nantinya dapat menjadi duta batik yang aktif memperkenalkan dan mempromosikan produk lokal, terutama di lingkungan sekolah dan kalangan anak muda.
“Harapan kita, anak-anak sejak dini sudah mencintai batik Bungo dan ikut mempromosikannya di kalangan mereka. Batik bukan hanya untuk kalangan orang tua, tetapi juga bisa dipakai oleh anak-anak dan generasi muda,” ujar Sisanti., Kamis pagi (15/10/2026).
Melalui Festival Batik Bungo 2026, pemerintah daerah berharap batik lokal semakin dikenal dan diminati lintas generasi. Keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus mendukung perkembangan produk unggulan daerah.(FB)






