FAKTABUNGO.COM – Bulan suci ramadhan yang jatuh pada tanggal 13 April mendatang bagi masyarakat Tanah Tumbuh kabupaten Bungo. Menyelenggarakan Pawai Obor dan arakan keliling desa merupakan suatu tradisi atau agenda tahunan yang selalu digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Kegiatan Pawai Obor yang diikuti masyarakat Tanah Tumbuh terdiri dari anak Madrasah Takmiyah Nurul Hidayah,para ibu pengajian serta mereka yang antusias terhadap acara pawai obor ini ikut menyemarakan pawai obor ,dan terlihat kegembiraan dari peserta yang ikut pawai obor dan arakan berjalan kaki dimulai dari Kantor Camat Tanah Tumbuh berkeliling dusun Tanah Tumbuh hingga kembali finish di Kantor Camat. Acara pawai obor berjalan dengan lancar dan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus covid -19.
Datuk Rio dusun Tanah Tumbuh saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bukti budaya kearifan lokal ini setiap kali menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan seluruh masyarakat antusias mengikuti pawai obor dan arakan tersebut.
- Klarifikasi Pernyataan di TikTok, Edi Kusnadi Tegaskan Tak Pernah Laporkan Klien ke Polda Jambi
- Didampingi Wakil Bupati, Dinas Sosial dan BAZNAS, Hj. Siti Alimah Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sirih Sekapur
- Pemkab Bungo Dorong Regulasi WPR, Razia PETI Dinilai Belum Efektif
- DPRD Bungo Gelar Rapat Paripurna, Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 Disepakati
- WDP Berikan Klarifikasi Terkait Pemberitaan Investasi di Bungo, Kuasa Hukum Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
- Atletico Madrid vs Real Madrid, Mourinho Kembali Berhadapan dengan Simeone
, Pawai obor dan arakan ini tradisi dusun kami, dan hampir setiap orang tua ikut mendampingi anaknya berjalan kaki keliling dusun Tanah Tumbuh. Kegiatan yang digelar setelah shalat Isya berjalan lancar dan kondusif semua bisa tertib dan mengikuti protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak dan menggunakan masker,, ungkap Datuk Jahari .
Jahari,mengatakan selain pawai obor dan arakan di Madrasah Takmiyah Nurul Hidayah dilaksanakan acara Imtihan,acara ini tidak bisa ditinggalkan lantaran setiap orang tua membawa nasi menggelar makan bersama orang tua murid.
Acara Imtihan ini tidak dilupakan orang tua murid ,sekaligus mempertemukan dan menjalin tali silaturahmi untuk saling memberi maaf menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, tuturnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan pawai obor dan arakan ini masyarakat Tanah Tumbuh terus menjaga kekompakan ,serta menjaga tali silaturahmi. Sehingga dusun Tanah Tumbuh selalu menjaga keamanan dusun ini.(Red)
Editor : Hendri
,
Baca Terpopuler
- Klarifikasi Pernyataan di TikTok, Edi Kusnadi Tegaskan Tak Pernah Laporkan Klien ke Polda Jambi (212 views)
- Didampingi Wakil Bupati, Dinas Sosial dan BAZNAS, Hj. Siti Alimah Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sirih Sekapur (46 views)
- KPKI Bungo Perkuat Fungsi Kontrol, DPRD Jadi Sorotan Utama (44 views)
- Fantastis! CV Gading Cempaka Dapat Proyek Drainase Sungai Dingin Bungo Rp2,5 Miliar, Volume Pekerjaan Jadi Sorotan (44 views)
- Serka Rochani Dorong Usaha Bengkel Warga Kratonan Terus Berkembang (43 views)
- Sosok Edi Kusnadi Menguat Jelang Pilkada Bungo 2030, Ini Rekam Jejaknya di DPRD (43 views)
- Sayuti MLH: Fit and Proper Test Bungo Bukti Komitmen Menang Bersama Rakyat (43 views)
- Dinkes Bungo Bersama Kodim 0416 Bute Bagikan 6.000 Masker kepada Pengguna Jalan (43 views)
- Dugaan Penipuan Arisan Rp6,16 Juta, RF Warga Bungo Diamankan Tim Gunjo di Padang (38 views)
- KBD Tahap IV Surakarta Diisi Penyuluhan Bela Negara, Kasdim Tekankan Pentingnya Persatuan (38 views)








