oleh

Wacana Demo PETI Batu Kerbau Oleh Rio Rantel Dinilai Hanya Gertak Sambal

FAKTA BUNGO – Masih ingat dengan ucapan Datuk Rio Rantel, kecamatan Pelepat, H. Badrul Aini terkait pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan Excavator di Batu Kerbau beberapa waktu lalu?

Dengan semangat menggebu-gebu dihadapan puluhan warganya, Rio Rantel menyampaikan siap mengeluarkan uang pribadi untuk memberantas PETI di hulu sungai Batang Pelepat, meski tidak didukung oleh beberapa desa sekitar.

“Sayo siap keluarkan uang pribadi puluhan juta asal bersamo-samo masyarakat berantas PETI di Baru Kerbau. Jual tanah sayo sebidangpun tidak masalah,” ucap H Badrul Aini pada waktu itu, Selasa (24/8/2021).

“Kalau tidak ada langkah yang cepat dari pihak-pihak yang kami surati itu dan masyarakat tidak bisa menghentikan aktivitas PETI itu, kemungkinan warga kami akan memutus akses ke dusun Batu Kerbau,” demikian kata Badrul Aini lagi.

Hanya saja hingga hampir sebulan lamanya, wacana tersebut tidak pernah terealisasi. Bahkan kini muncul anggapan jika ucapan datuk Rio Rantel waktu itu hanya gertal sambal belaka.

“Tu namonyo gertak sambal. Padahal waktu tu warga lah siap demo ke lokasi walaupun dak didukung warga desa lainnyo. Katonyo nunggu surat yang dikirim ke Bungo (Pemda Bungo, Polres, Kodim dan DPRD Bungo), tapi sampai kini dak ado kabar lagi,” ucap warga Rantel yang enggan namanya disebutkan.

Datuk Rio Rantel, H. Badrul Aini dikonfirmasi terkait anggapan tersebut membantah jika ucapannya pada waktu itu hanya gertak sambal belaka.

“Waalaikum slm bukan gertak. Tapi desa yg lain dakdo yg mau ikut sedangkan samo samo keno dampak nyo, jadi kalau ado desa yg lain mau ikut kami akan bergsrak. Karno yg butuh air sungai pelepat jernih jugo samo samo Bukan Rantel bae,” ucap H. Badrul Aini via pesan WA, Senin (20/09/2021).

Ia juga mengaku telah bertemu langsung dengan Kapolres Bungo bersama unsur Forkopimca Pelepat. “Sudah dan kapolres kami temui langsung dgn pak kapolsek dan pak camat,” tukas Badrul Aini.(**)

News Feed