FAKTA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui dinas tanaman pangan hortikultura,dan perkebunan (TPH-Bun) melakukan sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun dalam kerangka pendanaan “Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit” Kabupaten tahun 2023.
Acara ini di hadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kepala dinas TPH-Bun, Kepala BPN, Kepala Bappeda yang diwakilkan oleh AURI Adam Putro, Datuk Rio, Ketua KUD, Kelompok Tani, serta peserta sosialisasi lainnya.
Diawali dengan kepala Dinas TPH & Bun Kabupaten Bungo Muhammad Hasbi,S.P,M.Si dalam sambutannya mengatakan, Kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun merupakan kegiatan yang dana bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) salah satu badan layanan umum yang berada di bawah kementerian keuangan RI. Dana yang di himpun dari pajak ekspor CPO selanjutnya dikelola oleh BPDPKS untuk pengembangan kelapa sawit, melalui kegiatan peremajaan, riset, penyediaan sarana dan prasarana (Sapras) hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Sejak tahun 2018 hingga 2022, melalui kegiatan peremajaan telah di remajakan kebun kelapa sawit milik pekebun di Kabupaten Bungo seluas 769,78 hektar yang tersebar di Kecamatan Pelepat Ilir, Kecamatan Pelepat, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan Kecamatan Jujuhan dengan total dana yang telah di salurkan sebesar Rp.21.157.000.000. untuk kebun yang di remajakan tahun 2019, saat ini sudah berproduksi dan memberikan hasil yang cukup memuaskan,”Ujar Kepala dinas TPH-Bun Bungo, Muhammad Hasbi,S.P.M.Si.
Lebih lanjut Hasbi menambahkan, untuk tahun 2023 ini, target peremajaan kelapa sawit pekebun untuk kabupaten Bungo di tetapkan seluas 1.000 hektar, dengan sebaran calon lokasi berada di Kecamatan Pelepat Ilir, Kecamatan Pelepat, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, dan Kecamatan Jujuhan, Kecamatan Bathin III ulu, Kecamatan Rantau Pandan,dan Kecamatan Bathin II Babeko.
“Dengan terbitnya Permentan no 03 tahun 2022 yang menjadi dasar dalam pelaksanaan peremajaan dari tahap pengusulan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil sesuai dengan diharapkan,”Kata M.Hasbi,S.P.,M.Si
Ditempat yang sama Sekda Bungo Drs.Mursidi,S.P,.M.Si menyampaikan, Kabupaten Bungo merupakan salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan perkebunan. Tentu saja ini merupakan aset dan modal dasar bagi pembangunan daerah kita untuk mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera.
” Pembangunan subsektor perkebunan khususnya pengembangan komoditas kelapa sawit di Kabupaten Bungo di mulai tahun 1990-an melalui program PIR-trans, dan KPPA, hingga tahun 2022 luasan kebun kelapa sawit telah mencapai 70.517 ha yang melibatkan 24.729 KK dengan pola pengusahaan inti-plasma dan kemitraan maupun secara swadaya oleh pekebun,”Ucapnya.(FB)







