FAKTA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui dinas TPH Bun pada tahun 2025 menyalurkan bantuan benih padi dan jagung untuk petani di wilayah Bungo dan sekitarnya dengan total luas lahan mencapai 4.016 hektare.
Bantuan ini tersebar di 12 kecamatan dan ditargetkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH&Bun) Bungo Muhammad Hasbi.,S.P.,M.Si, menyebutkan, untuk alokasi bantuan tersebut terdiri dari beberapa program. Program Oplah 2026 mendapatkan alokasi 559 hektare, sementara Oplah 2025 seluas 326 hektare. Selain itu, benih padi biofortifikasi disiapkan untuk 500 hektare, program reguler mencapai 1.947 hektare, dan padi gogo seluas 784 hektare.
“Selain padi, kami juga menyalurkan bantuan benih jagung untuk 700 hektare lahan. Untuk tanaman padi ladang dan jagung, sebagian ditanam di lahan hasil replanting perkebunan sawit (PSR) maupun lahan swadaya milik petani,” ujarnya., Rabu pagi (17/09/2025).
Ia menjelaskan, dari total bantuan benih yang telah di-drop ke lapangan, sebagian besar sudah ditanam oleh petani. Hingga September 2026, realisasi tanam mencapai 89 persen, yaitu 10.100 hektare dari target 10.697 hektare.
Ia menambahkan, “Realisasi ini hampir mencapai 100 persen, khususnya untuk padi sawah dan padi ladang. Kami terus melakukan pendampingan agar seluruh lahan yang mendapat bantuan segera ditanami,” tambahnya.
Program bantuan benih ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bungo dan sekitarnya. Pemerintah juga mengajak petani untuk mengoptimalkan bantuan yang diberikan serta menjaga keberlanjutan usaha pertanian melalui pola tanam yang tepat dan pemeliharaan yang baik.(FB)







