FAKTA BUNGO – Anggota DPR RI dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bersama Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Minggu (21/9/2025).
Diskusi yang berlangsung di Ballroom Wiltop ini mengangkat tema “Sinergi Pentahelix dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam” dan diikuti puluhan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Kabupaten Bungo.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Anggota DPR RI dari komisi VIII Drs. H. Zulfikar Achmad, Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. Kaspul Anwar, Dekan FTK Dr. Hj. Isnarmi, M.Pd., tak kalahnya lagi menampilkan moderator handal di bidang keagamaan yakni Drs.Darham Wahid.,M.E serta sejumlah pimpinan fakultas dan dosen. Kehadiran para tokoh ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemangku kebijakan di tingkat pusat.
Wujudkan Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam sambutannya, Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, khususnya di daerah.
Menurutnya, pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media massa menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang berdaya saing.
“Peningkatan mutu pendidikan Islam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Harus ada sinergi dari semua elemen, baik pemerintah pusat, daerah, kampus, maupun masyarakat. Melalui kolaborasi inilah kita dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkap Zulfikar Achmad.
Mantan Bupati Bungo 2 Periode ini juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran dan regulasi dari pemerintah pusat agar perguruan tinggi keagamaan dapat terus berkembang. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi UIN STS Jambi dan kampus-kampus PTKI lainnya di Senayan.
Rektor Dorong Inovasi Pendidikan Islam
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kaspul Anwar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan NGOPI. Menurutnya, forum ini menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam di era digital dan globalisasi.
“UIN STS Jambi terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Namun, hal itu memerlukan dukungan semua pihak, termasuk dari DPR RI dan pemerintah pusat. Kami berharap diskusi ini menghasilkan rekomendasi yang bisa diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan Islam, khususnya di Jambi,” ujar nya.
Ia juga menekankan perlunya inovasi dalam kurikulum dan metode pembelajaran agar lulusan PTKI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Dekan FTK Tekankan Peran Dosen dan Mahasiswa
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Hj. Isnarmi, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para dosen untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas. Ia menilai, kualitas dosen dan mahasiswa merupakan faktor penentu dalam peningkatan mutu pendidikan.
“Dosen dan mahasiswa adalah ujung tombak pendidikan. Melalui forum ini, kita bisa menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dalam mencetak generasi unggul yang memiliki integritas, kompetensi, dan akhlak mulia,” ujarnya.
Isnarmi juga berharap adanya program nyata yang lahir dari diskusi ini, seperti pelatihan peningkatan kompetensi dosen, penguatan riset, serta pengembangan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan industri.
Peran Pentahelix dalam Pendidikan Islam
Tema pentahelix yang diangkat dalam diskusi ini menggarisbawahi perlunya keterlibatan lima unsur penting dalam pembangunan pendidikan, yakni akademisi, pemerintah, pelaku usaha, media, dan komunitas masyarakat. Model kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan Islam melalui sinergi program dan sumber daya.
Selama diskusi berlangsung, para peserta aktif menyampaikan pandangan terkait kendala dan peluang yang ada di lapangan. Beberapa isu yang mencuat antara lain peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta pentingnya regulasi yang mendukung otonomi kampus.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat bahwa NGOPI tidak hanya menjadi ajang dialog, tetapi juga langkah awal menuju kerja sama konkret. Hasil dari diskusi ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada DPR RI dan Kementerian Agama.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk membangun pendidikan Islam yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Dengan sinergi pentahelix, kita optimistis mampu melahirkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.(FB)





