FAKTA BUNGO – Momen pembukaan Bungo Expo 2025 dalam rangka HUT Kabupaten Bungo ke-60 diwarnai kekecewaan mendalam bagi Komunitas Teater Bhavana.
Pertunjukan teater yang telah disiapkan secara intensif selama satu bulan penuh itu terpaksa dihentikan di tengah jalan akibat hujan deras dan keputusan panitia untuk memotong durasi penampilan.
Rully Noviardi Putra selaku masyarakat Kabupaten Bungo ketika menyaksikan penampilan theater bavana itu mengatakan, para anggota Teater Bhavana yang berjumlah belasan orang ini telah berlatih selama sebulan secara swadaya tanpa dukungan dana dari pihak manapun. Segala kebutuhan mulai dari makan, minum, kosmetik, hingga kostum ditanggung sendiri oleh para peserta demi bisa tampil di depan Bupati Bungo.
Namun pada hari pelaksanaan, hujan deras mengguyur lokasi acara. Bupati Bungo sempat menunggu di dalam mobil sekitar 30 menit sebelum akhirnya naik ke podium.
Ketika pertunjukan dimulai, hujan kembali turun lebat. Dalam situasi itu, terjadi koordinasi antara Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Bungo, Hasbi Affirman, dengan sutradara sekaligus pimpinan Komunitas Bhavana, Iwan, yang diminta untuk mempersingkat cerita karena Bupati akan segera meninggalkan lokasi.
Keputusan tersebut memicu kekecewaan mendalam di kalangan anggota teater.
“Pertunjukan teater tidak bisa dipotong begitu saja seperti konser musik. Kalau konser bisa disingkat dari 10 lagu jadi 5, tapi teater itu cerita utuh yang punya alur,” ungkap rully.
Akibatnya, para pemain teater turun dari panggung dengan tangis. Mereka kecewa karena semangat latihan selama sebulan tak terbayar dengan penampilan penuh di hadapan Bupati.
Beberapa di antara mereka bahkan hampir melakukan aksi protes di tengah hujan, namun akhirnya mengurungkan niat dan hanya menangis dalam keheningan.
Situasi ini menimbulkan sorotan terhadap kesiapan panitia pelaksana.
“Dalam kondisi seperti itu, seharusnya diambil kebijakan insidentil sebagai bagian dari leadership. Bahkan tenda untuk Bupati pun tampak seadanya, mirip tenda acara HUT RI di kantor camat,” ujar rully.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo, Hasbi Affirman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan tanggapan alias bungkam hingga berita ini diterbitkan.(FB)





