BMKG Pastikan Bungo Aman dari Siklon Sinar 95B, Namun Warga Diminta Tetap Waspada

FAKTA BUNGO – Berdasarkan rilis resmi dari BMKG, Kabupaten Bungo dipastikan tidak termasuk dalam wilayah yang terdampak langsung Siklon Sinar 95B yang sebelumnya terbentuk di perairan sekitar Samudera Hindia. Siklon ini, yang dalam bahasa Arab disebut sinar atau “singa”, sempat memicu potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Badan BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo Zainadi menyampaikan, Dari laporan BMKG, pada tanggal 28–29, pergerakan Siklon Sinar 95B beralih ke arah Selat Malaka, kemudian bergerak menjauh menuju Thailand dan Vietnam. Dengan demikian, wilayah Bungo tidak berada dalam jalur angin kencang yang memiliki kecepatan hingga 85 km/jam, serta tidak masuk kategori daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat akibat aktivitas siklon tersebut.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, dari rilis BMKG kita tidak termasuk dalam wilayah yang terdampak siklon. Namun kondisi cuaca tetap harus diwaspadai,” demikian disampaikan Zainadi, Minggu sore (30/11/2025).

Meski Kabupaten Bungo tidak termasuk wilayah rawan terdampak Siklon Sinar 95B, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor, terutama di tengah intensitas hujan yang masih cukup tinggi.

Warga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Bungo, Batang Tebo, Batang Jujuhan, dan Pelepat diminta meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir dapat terjadi jika wilayah hulu menerima hujan lebat selama 2–3 jam.

Pemerintah daerah telah membuat jalur komunikasi cepat melalui grup WhatsApp dengan petugas di hulu sungai, seperti di Limbur, Batang Tiga Ulu, dan wilayah perbukitan lainnya. Laporan mengenai curah hujan dan kenaikan debit air akan segera diteruskan ke petugas di hilir agar masyarakat dapat bersiap lebih awal.

Saat ini terdapat sekitar 75 desa di Kabupaten Bungo yang telah dipetakan sebagai daerah rawan banjir. Sementara ancaman tanah longsor lebih dominan terjadi di wilayah Pelepat, Batang Tiga Ulu, Limbur, dan beberapa titik di Jujuhan.

Pemerintah menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca yang cepat. Warga diimbau untuk terus memantau informasi resmi BMKG dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.(FB)

Pos terkait