FAKTA BUNGO – Sejumlah wali murid SDN 100 yang berada di Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, mengeluhkan kondisi proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Mereka menilai adanya dugaan alih fungsi sejumlah ruangan membuat sebagian siswa tidak memperoleh fasilitas belajar yang setara dengan siswa lainnya.
Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa karena siswa kelas II ditempatkan belajar di ruangan yang sebelumnya difungsikan sebagai perpustakaan dan laboratorium.
Menurutnya, perpustakaan seharusnya digunakan sebagai sarana pendukung literasi, bukan dijadikan ruang belajar tetap.
“Kami tidak setuju karena perpustakaan bukan untuk proses belajar mengajar. Anak kami tidak mendapatkan hak yang sama dengan siswa lain yang belajar di ruang kelas yang lebih layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada awalnya kepala sekolah disebut sempat menyampaikan bahwa siswa yang belajar di ruang perpustakaan akan tetap mendapatkan jadwal masuk pagi. Namun, belakangan kebijakan tersebut berubah sehingga siswa kelas II harus mengikuti jadwal masuk siang.
“Tuntutan kami hanya satu, anak kami tetap belajar di ruangan itu tidak masalah, asalkan masuk pagi. Kalau siang cuacanya panas sehingga mengganggu konsentrasi belajar anak,” katanya.
Selain itu, wali murid juga menyoroti kondisi ruangan yang dinilai kurang nyaman. Ia menyebut masih terdapat tumpukan buku, kondisi ruangan berdebu, serta fasilitas yang tidak memadai dibanding ruang kelas lain yang telah dilengkapi kipas angin.
Para wali murid juga mempertanyakan kebijakan penerimaan peserta didik yang dinilai melebihi kapasitas ruang belajar sehingga berdampak pada penempatan siswa di ruangan yang bukan diperuntukkan sebagai kelas.
Tak hanya itu, mereka turut menyinggung penggunaan area kantin sekolah yang disebut dimanfaatkan oleh guru untuk berjualan. Kondisi tersebut, menurut mereka, perlu mendapat perhatian dari pihak terkait agar fungsi fasilitas sekolah tetap sesuai peruntukannya.
Para wali murid berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi di SDN 100 Kecamatan Bungo Dani. Mereka meminta adanya solusi agar seluruh siswa memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.
Namun sangat di sayangkan ketika media online Fakta Bungo konfirmasi kepada kepala sekolah SDN 100 Muara Bungo Indra Mulya.,S.Pd melalui via telpon tidak ada memberikan jawaban(FB)





