PETI Marak di Sungai Batang Bungo, Air Baku Tercemar Berat, Biaya Pengolahan Air Bersih Membengkak

FAKTA BUNGO – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang semakin tidak terkendali di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo, Provinsi Jambi, kini mulai mengancam hajat hidup orang banyak. Sungai yang selama ini menjadi sumber utama air baku bagi masyarakat berubah drastis menjadi kubangan lumpur pekat akibat limbah tambang ilegal.

Pencemaran berat ini berdampak langsung pada operasional pengolahan air bersih. Penyedia layanan air minum daerah terpaksa bekerja ekstra keras dan menanggung lonjakan biaya produksi karena kualitas air baku yang terus menurun.

Bacaan Lainnya

Material sisa penambangan emas ilegal yang dibuang langsung ke sungai menyebabkan tingkat kekeruhan air meningkat tajam. Kondisi tersebut memaksa pengelola air minum menambah penggunaan bahan kimia penjernih agar air tetap layak dikonsumsi oleh ribuan pelanggan.

Salah seorang operator pengolahan air baku, Ismail, mengungkapkan bahwa kondisi Sungai Batang Bungo saat ini sudah jauh melewati ambang batas normal. Menurutnya, proses pengolahan air kini membutuhkan bahan kimia hingga dua kali lipat dibandingkan saat kondisi sungai masih bersih.

“Untuk bahan kimia, sekarang kami membutuhkan jauh lebih banyak. Kalau airnya jernih, kebutuhan bahan bisa dihemat. Tapi dengan kondisi air seperti ini, bahan penjernih terus bertambah,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Ironisnya, di tengah pembengkakan biaya operasional yang harus ditanggung oleh penyedia layanan publik, aktivitas PETI justru terkesan bebas beroperasi tanpa penindakan tegas. Lumpur, pasir, dan limbah hasil penambangan emas ilegal yang terus mengalir ke sungai membuat proses filtrasi air menjadi semakin sulit dan mahal.

Pihak pengelola air minum daerah hingga kini masih berupaya menjaga kualitas air agar tetap aman dikonsumsi masyarakat. Namun, beban finansial akibat rusaknya sumber air baku ini dikhawatirkan menjadi bom waktu apabila aktivitas PETI tidak segera dihentikan.

Warga yang bergantung pada Sungai Batang Bungo sebagai sumber kehidupan berharap adanya langkah konkret dan ketegasan dari aparat penegak hukum serta pemerintah daerah untuk menertibkan dan membersihkan aliran sungai dari alat berat penambang ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penambangan emas tanpa izin masih terpantau marak di sejumlah titik aliran Sungai Batang Bungo. Sementara itu, kualitas air terus memburuk dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.(FB)

Pos terkait