FAKTA BUNGO –Bupati Bungo, H. Dedi Putra, S.H., M.Kn, secara resmi membuka kegiatan Gerak Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang digelar di Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, pada Jum’at pagi (06/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang terintegrasi lintas sektor di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Dedi Putra menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerak Posyandu 6 SPM sejalan dengan kebijakan nasional dan regulasi yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Permenkes Nomor 18 Tahun 2022 tentang Satu Data Kesehatan, Permenkes Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, serta Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pelayanan Posyandu.
“Posyandu saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan promotif dan preventif yang terintegrasi, sesuai dengan enam Standar Pelayanan Minimal,” ujar Bupati.
Bupati Dedi Putra menjelaskan, Posyandu 6 SPM mencakup enam bidang pelayanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.
Dengan transformasi tersebut, peran Posyandu kini diperluas tidak hanya melayani bayi dan balita, tetapi juga remaja, usia dewasa hingga lanjut usia. Hal ini menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat yang strategis.
Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo Safarudin Matondang.,M.Ph melaporkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Bungo telah memiliki 289 posyandu aktif
Cegah stunting besamo dampingi balita tidak naik berat badan. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya rendahnya kunjungan masyarakat ke Posyandu serta perlunya peningkatan peran aktif e-Posyandu di tingkat kecamatan dan desa.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk melakukan skrining balita bermasalah gizi, khususnya balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan, agar dapat segera diberikan intervensi yang tepat melalui pendekatan intervensi sensitif Posyandu 6 SPM.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan launching yakni “ Canting Bungo terbaru: Dampingi Balita Tidak Naik Berat Badan” sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam percepatan penurunan angka stunting.
Rangkaian kegiatan Gerak Posyandu 6 SPM meliputi:
Simulasi pelaksanaan Posyandu 6 SPM
Pengukuran status gizi balita
Penyerahan sertifikat penghargaan kepada kader Posyandu
Penyerahan bantuan bagi ibu hamil KEK dan balita bermasalah gizi
Senam dan kelas ibu hamil
Pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak
Dorong Pencapaian Target SPM dan Penurunan Stunting
Melalui kegiatan ini, Bupati Bungo berharap terjadi peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan dasar, serta percepatan pencapaian target SPM.
“Posyandu 6 SPM menjadi kunci penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bungo,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bungo, Forkopimda, kepala OPD terkait, para camat, kepala desa, kader Posyandu, serta undangan lainnya.(FB)






