FAKTA BUNGO – Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Kabupaten Bungo terus menunjukkan progres positif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat capaian program, khususnya pada indikator prioritas hingga target tahun 2026 dan eliminasi tuberkulosis (TBC) tahun 2030.
Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, serta melibatkan 19 puskesmas se-Kabupaten Bungo.
Secara umum, pelaksanaan SPM di Kabupaten Bungo dinilai telah berjalan dengan baik. Namun demikian, pemerintah daerah bersama pihak provinsi menekankan pentingnya penguatan program agar capaian yang ada dapat lebih optimal dan merata.
“Alhamdulillah pelaksanaan SPM selama ini sudah berjalan baik. Namun dengan kehadiran Dinas Kesehatan Provinsi, kita ingin melakukan evaluasi sekaligus penguatan agar hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dr.H.Safarudin Matondang.,M.Ph. di Ballroom Amaris hotel Selasa siang (14/04/2026).
SPM kesehatan di Kabupaten Bungo mencakup dua bidang utama, yakni kesehatan masyarakat (Kesmas) dan pencegahan serta pengendalian penyakit (P2P). Pada bidang P2P, fokus utama meliputi penanganan TBC, HIV, serta penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Ia menilai TBC masih menjadi tantangan serius di daerah. Saat ini, capaian pengobatan TBC di Kabupaten Bungo telah mencapai sekitar 80 persen, namun angka kasus masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus.
Untuk itu, Pemkab Bungo melalui Dinas Kesehatan terus mendorong peningkatan penanganan melalui evaluasi berkala serta penguatan peran puskesmas, khususnya dalam pengelolaan kasus TBC.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah membentuk tim khusus penanganan TBC yang melibatkan lintas sektor guna memperkuat sinergi dalam upaya penanggulangan penyakit tersebut.
“Intervensi lintas sektor sangat dibutuhkan agar masyarakat mau menjalani pengobatan secara tuntas dan mencegah penularan lebih luas,” jelasnya.
Safarudin menghimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya TBC. Jika terdapat satu anggota keluarga yang terpapar, maka seluruh anggota keluarga wajib menjalani pemeriksaan.
Layanan pemeriksaan TBC saat ini tersedia di beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Bungo, di antaranya Faskes, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas.
Bagi keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, pemerintah juga menyediakan terapi pencegahan berupa TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) guna menekan risiko penularan.
Dalam proses pengobatan, pasien diwajibkan menjalani terapi minimal selama enam bulan. Jika belum sembuh, pengobatan dapat diperpanjang hingga sembilan bulan bahkan satu tahun, sesuai kondisi medis pasien.
Langkah ini penting untuk mencegah munculnya TBC resisten obat (TB MDR), yang jauh lebih sulit ditangani karena bakteri sudah kebal terhadap pengobatan.
Safarudin Matondang juga memastikan bahwa obat TBC tersedia secara gratis di seluruh puskesmas. Oleh karena itu, masyarakat diminta disiplin dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.
Peran keluarga juga sangat penting dalam proses penyembuhan, terutama dalam mengawasi kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr.Hj.Ike Silviana, menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan tersebut adalah untuk melakukan evaluasi sekaligus penguatan program kesehatan di daerah.
“Kondisi saat ini sudah baik, namun kita ingin lebih baik lagi. Evaluasi ini bertujuan agar pelaksanaan SPM dari 12 indikator bisa lebih terfokus,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan dilakukan pada berbagai sektor penting, seperti pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), perbaikan gizi, imunisasi, serta penanganan penyakit seperti TBC dan HIV.
Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menargetkan seluruh indikator SPM dapat tercapai sesuai sasaran pada tahun 2026.
“Melalui penguatan ini, kita harapkan terjadi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pengetahuan yang lebih baik, serta tercapainya seluruh indikator yang telah ditetapkan,” ucapnya.




