FAKTA JAMBI –Setelah isu dugaan pembobolan rekening dan lumpuhnya layanan digital viral di berbagai grup WhatsApp, bank pembangunan daerah tersebut akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik. Manajemen mengakui sistem perbankan tengah mengalami gangguan dan saat ini sedang dalam proses maintenance serta pengamanan secara menyeluruh.
Kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang Utama, Abdel Haq, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Seperti yang sama-sama kita ketahui, saat ini sistem sedang mengalami gangguan. Kami mengimbau nasabah tetap tenang karena sedang dilakukan maintenance dan pengamanan sistem secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah layanan untuk sementara dinonaktifkan sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan keamanan. Langkah ini dilakukan guna memastikan sistem kembali berjalan dengan aman sebelum dioperasikan secara normal. Namun hingga kini, manajemen belum merinci penyebab pasti gangguan maupun estimasi waktu pemulihan layanan.
Terkait isu saldo berkurang atau dana hilang yang ramai diperbincangkan di media sosial, pihaknya menyatakan pengecekan detail belum dapat dilakukan karena sistem masih dalam tahap investigasi oleh kantor pusat.
“Jika nanti setelah sistem kembali normal ditemukan adanya kekurangan saldo atau dana keluar tanpa sepengetahuan nasabah, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Manajemen juga memastikan dana masyarakat tetap berada dalam perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sebelumnya, layanan mobile banking dilaporkan tidak dapat diakses bersamaan dengan beredarnya pesan berantai yang menyebut adanya dugaan peretasan rekening. Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi internal masih berlangsung dan publik masih menunggu penjelasan lebih rinci mengenai penyebab gangguan tersebut.
Pihak bank mengimbau nasabah untuk tetap waspada dengan tidak membagikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, serta menunggu pengumuman resmi selanjutnya melalui kanal komunikasi resmi.(FB)


