FAKTA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat dan nyaman. Salah satu langkah yang terus didorong adalah optimalisasi pengelolaan sampah melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di tingkat kelurahan.
Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn. memberikan apresiasi kepada lurah beserta jajaran yang dinilai berhasil menjaga kebersihan wilayahnya.
Ia menegaskan, persoalan kebersihan tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi membutuhkan keterlibatan aktif camat, lurah, RT/RW hingga masyarakat.
Menurut Bupati, setiap kelurahan harus memiliki semangat untuk berlomba menciptakan lingkungan yang bersih. Kinerja lurah dalam menjaga kebersihan wilayah juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian pemerintah daerah.
Bupati menyebutkan, berdasarkan pemantauan dan laporan terkait kebersihan lingkungan, terdapat kelurahan yang menunjukkan hasil positif dan layak mendapatkan apresiasi.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kelurahan lainnya untuk meningkatkan kebersihan di wilayah masing-masing.
“Kalau sudah bersih, harus dipertahankan. Jangan sampai hari ini bersih, beberapa bulan kemudian kembali kotor. Para lurah harus terus bergerak bersama masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga kembali menekankan pentingnya keberadaan OPBM sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis m
asyarakat.
Melalui sistem tersebut, sampah dari lingkungan masyarakat dikumpulkan oleh petugas OPBM untuk dibawa menuju titik transit. Selanjutnya, sampah diangkut menggunakan armada pengangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Program OPBM sendiri telah dikembangkan Pemkab Bungo sebagai salah satu langkah memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Pada Januari 2026, Pemkab Bungo juga telah meluncurkan pengelolaan sampah berbasis OPBM di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani.
Bupati menilai pola tersebut harus berjalan secara konsisten. Lurah bersama RT dan RW diminta memastikan pengumpulan sampah dari rumah masyarakat dapat dilakukan secara teratur sehingga tidak lagi terjadi penumpukan sampah sembarangan.
“Jadi kita bentuk OPBM. Sampah diambil dari lingkungan, kemudian dikumpulkan dan diangkut dengan truk sampah. Setelah itu baru dibawa ke tempat pembuangan akhir,” jelasnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada lurah yang mau turun langsung menangani persoalan kebersihan. Menurutnya, seorang lurah tidak cukup hanya memberikan instruksi, tetapi juga harus mengetahui secara langsung kondisi lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menginginkan adanya persaingan positif antar-kelurahan dalam menjaga kebersihan. Kelurahan yang berhasil mempertahankan lingkungannya tetap bersih diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
Hal tersebut sejalan dengan program Bungo Bersih yang terus digalakkan pemerintah daerah. Pada Juni 2026, DLH Kabupaten Bungo juga melaksanakan gotong royong bersama masyarakat di Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, sekaligus mendorong masyarakat memaksimalkan pengelolaan sampah melalui OPBM.
Bupati menegaskan keberhasilan menjaga kebersihan tidak mungkin dicapai oleh seorang lurah seorang diri. Dukungan camat, perangkat kelurahan, RT/RW, petugas kebersihan dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting.
Karena itu, ia mengajak seluruh kelurahan di Kabupaten Bungo, khususnya wilayah perkotaan, untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.
Dengan penguatan OPBM dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkab Bungo berharap pola pengelolaan sampah menjadi semakin terstruktur, mulai dari pengumpulan di tingkat rumah tangga hingga pengangkutan menuju TPA.
“Terima kasih kepada para lurah yang sudah bekerja dan peduli terhadap kebersihan. Tentu semua ini juga berkat dukungan camat dan masyarakat. Saya berharap kelurahan-kelurahan lainnya juga bisa bersih dan terus berlomba menjadi yang terbaik,” pungkasnya.
Bupati berharap gerakan kebersihan tersebut tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya masyarakat sehari-hari sehingga wajah Kota Muara Bungo semakin bersih, tertata dan nyaman.
Tampak hadir dalam kegiatan itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, Camat, Lurah, Ketua RW/ Ketua RT Se Kelurahan Cadika






