Kualitas Udara Jambi Memburuk, Kabut Asap Mulai Selimuti Bungo

FAKTA BUNGO – Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi kembali menjadi perhatian menyusul meningkatnya konsentrasi partikel udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemantauan kualitas udara BMKG pada Selasa (25/8/2026), sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jambi dan daerah sekitarnya, menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. BMKG menetapkan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³ sebagai kategori tidak sehat, 150,5–250,4 µg/m³ sangat tidak sehat, dan di atas 250,5 µg/m³ berbahaya.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut sejalan dengan kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bungo. Pantauan di lapangan menunjukkan jarak pandang di sejumlah ruas Jalan Lintas Sumatera mulai terganggu oleh udara berkabut dan asap.

Di Kabupaten Bungo sendiri, BMKG mencatat prakiraan kondisi kabut/asap di sejumlah wilayah. Untuk kawasan Pasar Muaro Bungo, kondisi pada 25 Agustus diprakirakan cerah, namun pada hari berikutnya terdapat potensi udara kabur.

Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan bahwa hingga 19 Agustus 2026 luas lahan yang terbakar di Kabupaten Bungo mencapai sekitar 14 hektare. Secara keseluruhan, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai 658,29 hektare sejak awal tahun.

Kabut asap juga tidak hanya berasal dari wilayah Bungo maupun Provinsi Jambi. BMKG sebelumnya menyebut adanya distribusi asap dari Sumatera Selatan dan Lampung yang terbawa pola angin dari arah tenggara hingga selatan menuju wilayah Jambi dan kemudian bergerak ke arah barat laut hingga utara.

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat

Kondisi kualitas udara di Kota Jambi juga mengalami penurunan. Pemantauan pada Selasa (25/8/2026) pukul 14.00 WIB menunjukkan ISPU di kawasan Paal Lima mencapai 153, dengan PM2.5 menjadi parameter paling kritis. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Pemerintah pun mulai mengambil langkah antisipasi. Di Kota Jambi, kegiatan pembelajaran bagi jenjang PAUD/TK serta siswa SD kelas 1 dan 2 dijadwalkan dilakukan dari rumah pada 26–28 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan polusi udara terhadap anak-anak.

Masyarakat Diminta Waspada

Dengan kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di area yang dipenuhi asap menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan partikulat.

Di Kabupaten Bungo, aktivitas penerbangan di Bandara Muara Bungo hingga Selasa (25/8) masih berjalan normal dan belum terdapat laporan keterlambatan, pengalihan maupun pembatalan penerbangan akibat kabut asap.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan, mengingat karhutla masih menjadi salah satu faktor utama memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera.

Kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin, cuaca, serta perkembangan titik api. Masyarakat disarankan memantau informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Sumber  : https://www.iqair.com/id/air-quality-map

Pos terkait