Adu Jotos Dengan Masyarakat SPBU Cadika Terancam Di Tutup

Foto Situasi Keributan Antara Pengantri BBM Dengan Asisten Manager SPBU Cadika

FAKTA BUNGO – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.372.48 yang berada di Jalan Rangkayo Hitam, Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo melanggar standar operating procedure (SOP) dikarenakan jam operasional nya tidak sesuai dengan yang di terapkan oleh SPBU.

Selain itu antara asisten manager SPBU Cadika dengan salah satu pengantri BBM hampir beradu jotos, di karenakan asisten manager menyeleneh ketika di tanyain masalah BBM cepat habis padahal jam lima sore tadi masih bongkar.

Bacaan Lainnya

Toni harun selaku pengantri BBM di SPBU Cadika sangat disayangkan sekali apa yang  dilontarkan oleh asisten manager SPBU 24.372.48 kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Awal dirinya Toni Harun mengikuti SOP yang ada di SPBU tersebut dengan cara mengantri BBM untuk mobil pribadinya di bagian belakang, ketika itu Minyak Masih habis, tak lama kemudian mobil Pertamina datang untuk mengisi BBM ke tangki yang berada di SPBU tersebut.

Tiba giliran mobil nya untuk mengisi BBM jenis solar operator SPBU tersebut mengatakan sudah habis, padahal barusan dirinya lihat mobil Pertamina barusan saja mengisi ke tangki.

” Sayo tadi mengantri dari belakang sejak siang tadi, tiba giliran Sayo mau mengisi BBM jenis solar operator langsung bilang habis, padahal mobil Pertamina tadi barusan Bae ngisi ke tangki SPBU ini masa tibo-tibo Bae di bilang habis”Ujar Toni harun, Kamis malam (31/03/2022).

Keributan pun terus terjadi antara beberapa pelangsir, Toni Harun, Muhammad Daniel, dan Sardi Gunawan sampai hampir adu jotos antara,manager SPBU, asisten manager, dan para pelangsir di depan Aparat penegak hukum (APH)

Manager SPBU Dery pun tidak menerima apa yang di lontarkan oleh Sardi Gunawan dan teman-teman seolah-seolah dirinya membela diri di hadapan APH.

“Gini pak kami tadi mengantri BBM sesuai dengan SOP yang ada di Pertamina, tiba di depan pompa operator bilang habis, padahal jam 5 sore tadi mobil Pertamina tadi mengisi ke tangki SPBU ini,”ujar Sardi.

Dengan adonyo caro iko para pengantri tidak terima apa yang di lontarkan oleh pihak petugas operator seolah-olah pihak SPBU menyetok BBM untuk menimbun.,”Sambung Sardi Gunawan.

Dikatakan Sardi lagi dirinya akan membawa permasalahan ini ke DPRD Bungo, agar di mediasi.

“Sayo dan kawan-kawan akan bawa permasalahan ini ke DPRD Bungo, agar DPRD Bungo memanggil manager atau pemilik SPBU Cadika ini.

Permasalahan ini akan kami lanjutkan ke Pertamina Jambi, kami minta SPBU ini di tegur dan di kasih sanksi,”Ucap Sardi Gunawan(FB)

Pos terkait