Kadis Sosial P2KB & P3A Bungo Pimpin Rakor TP3S Dan Persiapan Sosialisasi Pengisian Aksi Banda 2025

Gambar : Kepala Dinas Sosial P2KB P3A Kabupaten Bungo Muhammad Ardani

FAKTA BUNGO – Kepala Dinas Sosial P2KB & P3A Bungo Muhammad Ardani memimpin Rakor Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) dan persiapan sosialisasi pengisian Aksi Bangda.

Ardani mengajak seluruh pihak terutama Tim Percepatan Penurunan stunting Kabupaten, hingga Kecamatan, Keluruhan/Dusun untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bungo.

Bacaan Lainnya

Muhammad Ardani dalam sambutannya menyampaikan, Terima kasih atas kehadiran Bapak ibu pada kesempatan ini, ini momen awal di tahun 2025 terkait dengan aksi pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bungo.

“Perlu kami sampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini kita ingin mengkoordinasikan yang pertama seluruh kegiatan pencegahan dan penurunan Stunting baik di tingkat Kabupaten, tingkat kecamatan maupun di tingkat Dusun dalam kabupaten Bungo.

Kedua, tentu kita akan menyusun strategi dan kebijakan pelaksanaan program kerja yang melibatkan semua pihak, baik di tingkat Kabupaten, tingkat kecamatan, maupun di tingkat Desa/kelurahan. Seterusnya, kami sampaikan kepada bapak ibu bahwa di tahun 2025 ini ada perubahan nama stunting kalau dulu namanya TPS sekarang menjadi TP3S ( percepatan pencegahan dan penurunan stunting).,”Ujarnya.

oplus_131074

Perubahan nama atau nomenklatur ini mengakibatkan seluruh Kecamatan seluruh Dusun dalam kabupaten Bungo semuanya menjadi lokus terhadap pencegahan dan penurunan stunting, kalau di tahun-tahun sebelumnya ada penetapan lokus, kalau tahun ini semua Kecamatan dan semua Dusun menjadi lokus.

Ardani menambahkan, penurunan stunting ini bukan hanya isu kesehatan semata saja, akan tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia di Indonesia termasuk di Kabupaten Bungo.

Untuk itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, dan berkelanjutan lintas sektor.,”tambahnya.

Tantangan kedepan sangat di perlukan sinergi lintas sektor, penguatan, dan pemerintah Desa pemanfaatan teknologi informasi, serta pendekatan yang berbasis keluarga dan komunitas,” katanya.

“Ada strategi yang perlu kita lakukan, antara lain Refokusing Kelompok Sasaran dan Pemangku Kepentingan. Dimana fokus kelompok sasaran intervensi kita Ibu Hamil, Ibu Nifas dan Ibu Menyusui. Kemudian Anak usia 0-23 bulan (baduta), Anak usia 24-59 bulan (balita), Remaja Putri (Rematri), Calon Pengantin (Catin), Rumah Tangga dan Masyarakat,” ungkapnya.

Tampak hadir dalam kegiatan rakor tim percepatan pencegahan dan penurunan stunting ini, Kepala Dinas, Camat, serta peserta lainnya.(FB)

Pos terkait