Balai Penyuluhan KB Bathin III Gelar Minilok untuk Penguatan TPK Cegah Stunting

FAKTA BUNGO – Balai Penyuluhan KB Bathin III menggelar kegiatan Minilok sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan efektivitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan TPK Kecamatan Bathin III, para penyuluh KB, serta operator Elsimil Balai Penyuluhan KB Bathin III.

Kepala Balai Penyuluhan KB Bathin III Hendra Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan Mini kok ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat peran TPK sebagai garda terdepan pendampingan keluarga berisiko stunting.

Bacaan Lainnya

“Melalui Mini lok ini, kami ingin memastikan TPK memiliki kompetensi, pemahaman, dan keterampilan yang memadai dalam melakukan deteksi dini serta intervensi kepada keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut dibahas beberapa poin utama, yaitu:

1. Meningkatkan efektivitas kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan, khususnya dalam memantau kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin, dan balita.

2. Memberikan penguatan kapasitas TPK agar mampu melakukan pendampingan yang lebih baik, terukur, dan sesuai indikator pencegahan stunting.

3. Memfasilitasi TPK untuk melakukan input data pendampingan melalui aplikasi SIGA Mobile, sehingga pelaporan menjadi lebih akurat, cepat, dan terintegrasi.

Para peserta juga diberikan pendampingan teknis terkait cara penggunaan aplikasi SIGA Mobile untuk memastikan seluruh data hasil pendampingan keluarga dapat terdokumentasi dengan baik.

Dengan berlangsungnya kegiatan Minilok ini, Balai Penyuluhan KB Bathin III berharap seluruh anggota TPK termotivasi untuk menjalankan tugas dengan lebih optimal, sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Bathin III dapat berjalan semakin efektif.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan kendala maupun saran terkait pendampingan keluarga.

Pos terkait