FAKTA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui dinas Sosial P2KB & P3A Bungo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Aksi Bangda dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, Rabu (9/10/2025) di aula kantor Bappeda Kabupaten Bungo.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan kecamatan, serta tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Bungo. Acara dibuka secara resmi oleh pejabat Bappeda bersama narasumber dari instansi teknis provinsi dan pusat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas P2KB & P3A Kabupaten Bungo Ardani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di daerah.
“Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh perangkat daerah memahami langkah-langkah pengisian aksi Bangda secara tepat dan terintegrasi. Data yang akurat menjadi dasar penting untuk menyusun kebijakan yang efektif dalam menurunkan angka stunting di Bungo,” ujarnya.
Selain itu, narasumber Sri Rezeki menegaskan bahwa aksi Bangda merupakan sistem pemantauan kinerja daerah dalam penanganan stunting, yang memuat delapan aksi konvergensi mulai dari analisis situasi, perencanaan kegiatan, pengukuran dan publikasi data stunting, hingga evaluasi kinerja tahunan.
“Delapan aksi konvergensi ini harus diisi dengan baik oleh daerah. Dengan begitu, setiap langkah intervensi bisa diukur hasilnya dan menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam memberikan dukungan dan pembinaan,” jelasnya.
Kegiatan bimbingan teknis ini juga menjadi forum diskusi dan berbagi praktik baik antar perangkat daerah dalam pelaksanaan program penurunan stunting, seperti peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, edukasi gizi, serta pemberdayaan keluarga berisiko stunting.
Pemerintah Kabupaten Bungo menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan data terakhir, angka stunting di Bungo menunjukkan tren penurunan, namun masih perlu upaya konsisten dan kolaboratif.
“Kami ingin memastikan seluruh desa dan kelurahan di Bungo memiliki data yang valid dan intervensi yang tepat sasaran. Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga soal komitmen bersama untuk menciptakan generasi sehat dan produktif,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh perangkat daerah memiliki kemampuan teknis dan pemahaman yang sama dalam pengisian aksi Bangda serta mampu menyusun laporan yang berkualitas untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bungo.(FB).







