FAKTA JAMBI – Sebanyak 500 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Jambi menghadiri kegiatan edukasi tanam jagung yang digelar di Kelompok Tani (Poktan) Kasturi, Jalan Sunan Drajat RT 41, Kelurahan Simpang III Sipin, Lorong Langgar, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.
Kegiatan bertema “Melalui Program Ketahanan Pangan Usia Dini Bahagia Menuju Swasembada Pangan” ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam menanamkan kesadaran pentingnya sektor pertanian dan ketahanan pangan sejak usia dini.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Bunda PAUD Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG. Keduanya turut melakukan penanaman jagung bersama ratusan anak PAUD yang tampak antusias dan ceria mengenakan atribut sekolah masing-masing.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda.
Menurutnya, anak-anak perlu memahami proses produksi pangan secara langsung, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.
“Di mana pun kita berada, kita butuh pangan. Dan pangan tidak harus ditanam di lahan luas. Di perkotaan ada konsep urban farming yang memanfaatkan lahan tidur, pekarangan, hingga area perumahan yang belum dimanfaatkan, seperti di kawasan Kasturi ini,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, ketahanan pangan Kota Jambi merupakan fondasi utama kekuatan daerah. Oleh karena itu, edukasi pertanian harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran dan kecintaan terhadap dunia pertanian.
Kelompok Tani Kasturi kini menjadi pilot project pengembangan pertanian perkotaan (urban farming Kota Jambi) yang dikombinasikan dengan konsep agrowisata dan agroedukasi.
Lokasinya yang berada di tengah kota dan dekat dengan lingkungan pendidikan dinilai sangat strategis sebagai pusat pembelajaran pertanian terbuka bagi anak-anak dan masyarakat umum.
Wali Kota Maulana mengungkapkan, kawasan tersebut sebelumnya telah dikembangkan sejak penanaman perdana bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Saat ini, kawasan itu terus diarahkan menjadi ruang edukasi pertanian terpadu.
“Banyak anak-anak makan jagung, tetapi tidak tahu bagaimana prosesnya. Melalui kegiatan ini, mereka belajar langsung dan mencintai pertanian sejak dini,” jelasnya.
Ke depan, program ketahanan pangan tidak hanya menyasar anak usia dini. Pemerintah Kota Jambi juga berencana membagikan bibit kepada sejumlah SMP sebagai proyek percontohan penanaman di lingkungan sekolah.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Setelah Lebaran, anak-anak SMP akan diberikan bibit. Beberapa sekolah akan menjadi pilot project agar semua memahami program ketahanan pangan Presiden Prabowo,” tegas Maulana.
Ia juga mengajak masyarakat yang ingin belajar pertanian perkotaan di Kota Jambi untuk memanfaatkan kawasan Kelompok Tani Kasturi sebagai pusat pembelajaran terbuka.
Sementara itu, Pembina Kelompok Tani Kasturi, Fiet Haryadi, mewakili Ketua Izami, menjelaskan bahwa kelompok tani ini memiliki keunikan karena anggotanya bukan petani profesional. Anggota Poktan terdiri dari ASN, pengusaha, hingga pensiunan yang memiliki kepedulian terhadap pertanian.
“Kami memulai dari lahan tidur, bahkan dulunya bekas tempat pembuangan sampah. Dengan semangat bersama, lahan ini kini menjadi area pertanian produktif,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi melalui bantuan alat berat, bibit, dan pupuk dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta dukungan TNI, Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat sekitar.
Ke depan, Kelompok Tani Kasturi berencana mengembangkan sistem tumpang sari dengan menanam padi setelah penanaman jagung berjalan satu bulan. Program ini juga akan melibatkan ratusan anggota Pramuka sebagai bagian dari edukasi pertanian terpadu.(**)






