FAKTA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus mendorong percepatan pembangunan kawasan perkotaan melalui sejumlah proyek strategis berskala besar.
Program yang disiapkan mencakup integrasi pedestrian, penataan taman kota, hingga pengembangan kawasan dalam kota secara terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merubah wajah Kota Muara Bungo agar lebih tertata, indah, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bungo Ir.Syafrizal menyampaikan bahwa seluruh program tersebut telah dirancang mengacu pada dokumen perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030, sehingga pelaksanaannya tetap terarah dan berkelanjutan.
“Program penataan kawasan perkotaan ini merupakan kebijakan strategis pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan kota yang rapi, indah, nyaman, serta mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Penataan kawasan perkotaan Bungo menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konsep pembangunan yang terintegrasi, pemerintah berharap wajah kota akan berubah secara signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Selain itu, Kabupaten Bungo memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur lintas tengah Sumatera.
Kondisi ini menjadikan Bungo sebagai salah satu titik simpul penting dalam arus transportasi dan distribusi barang.
Tidak hanya itu, Bungo juga dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah barat Provinsi Jambi. Dalam dokumen tata ruang provinsi, Bungo bahkan ditetapkan sebagai kawasan Pusat Kegiatan Nasional Promosi (PKNP) yang berorientasi pada aktivitas berskala nasional.
Dengan status tersebut, pembangunan kawasan perkotaan menjadi kebutuhan mendesak guna mendukung mobilitas, investasi, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari program strategis, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Bungo mendapatkan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Dukungan tersebut berupa program penataan kawasan perkotaan, termasuk revitalisasi Taman Pusparagam dengan nilai anggaran lebih dari Rp20 miliar.
Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap persiapan tender sebelum memasuki proses pelaksanaan fisik.
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi,” jelasnya.
Dalam proses perencanaan, Dinas Perkim juga melibatkan tenaga ahli dari luar daerah guna memastikan kualitas perencanaan yang maksimal.
Pemilihan penyedia jasa dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan oleh Kelompok Kerja (Pokja), dengan mempertimbangkan kompetensi teknis serta pengalaman dalam menangani proyek serupa.
Perencanaan yang dilakukan merupakan kelanjutan dari penyusunan master plan sebelumnya terkait penataan kawasan perkotaan Bungo. Hal ini dilakukan agar pembangunan berjalan konsisten dan tidak keluar dari konsep awal yang telah dirancang.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Perkim optimistis bahwa penataan kawasan perkotaan ini tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan infrastruktur yang lebih baik, ruang publik yang tertata, serta konektivitas yang meningkat, diharapkan aktivitas perdagangan, jasa, dan investasi akan semakin berkembang.
Ke depan, Perkim Bungo menargetkan seluruh program dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(FB)







