FAKTA BUNGO – Penangkapan sejumlah badut penghibur yang kerap beraksi di perempatan lampu merah Kabupaten Bungo di tangkap oleh Satpol PP.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh petugas Satpol PP Bungo. Petugas penegak perda itu mengklaim keberadaan badut tersebut meresahkan masyarakat pengguna jalan.
Sekdis Pol PP sekaligus Plt Kasat Pol PP Bungo Khaidir Yusuf yang didampingi oleh Kabid dan Kasi nya menyampaikan, memang apa yang dilakukan adalah unik dan lucu, namun mereka melakukan aktifitas di tempat yang tidak dibenarkan.
“Mereka melanggar aturan sehingga badut ini dibawa untuk di proses, efek jera supaya tidak mengulangi aktivitas tersebut, para badut di bawa ke Kantor Sat Pol PP Bungo guna untuk di interogasi oleh petugas,” Ujar Khaidir Yusuf, Senin Sore (10/01/2021)
“Mungkin para badut ini boleh di izinkan utk mencari Rizky nya. Cuman jangan di jalan, lampu merah, persimpangan jalan. Lebih baik Mereka ini bekerja mencari nafkah dan rezeki nya di tempat wisata, seperti taman kota dan tempat keramaian yang lainnya.,”Kata Khaidir Yusuf.
Sebanyak 4 badut yang berhasil dibawa oleh petugas ke kantor Satpol PP guna untuk memintai keterangan lebih lanjut kepada para badut.
“Sebanyak 4 badut yang dibawa oleh petugas ke kantor satpol PP untuk memintai keterangan lebih lanjut, maksudnya disini asal dari mana, apakah ada persatuan badut,”Tuturnya.
Para 4 Badut ini asal usul di Kabupaten Bungo tidak ada dari luar, oleh karena itu, kami minta kepada camat asal badut ini tinggal agar bisa di jemput atau kami antar ke kecamatan.
“Badut ini akan kami suruh camat tempat asal dia untuk menjemputnya disini atau bisa juga kami antar mereka ini ke kantor camat masing-masing,”Ucap Khaidir Yusuf.
Sementara itu Kabid BKP2D Satpol PP Bungo Ikhwan Syam juga menyampaikan sesuai instruksi oleh pak kasat untuk mengamankan para badut yang berdiri di setiap lampu merah sudah diamankan oleh petugas satpol PP.
“Kami mengamankan 4 badut yang sedang beroperasi di simpang lampu merah sore tadi, dan langsung kami bawa kekantor untuk memintai keterangan,”Singkatnya.
Sementara itu salah satu badut yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan, bahwasanya mereka jadi badut hanya untuk mencari nafkah dan rezeki.
“Kami berdiri di setiap persimpangan lampu merah hanya untuk mencari rezeki dan mencari nafkah untuk keluarga,per hari kami mendapatkan uang Rp.80ribu dan hasilnya dibagi dua oleh yang punya pakaian badut ini,”katanya Singkat.



