FAKTA BUNGO – Semenjak menduduki jabatan PLT kepala satuan polisi pamong praja (PLT Kasat Pol PP) Kabupaten Bungo Khaidir yusuf oleh Bupati dan Wakil Bupati Bungo pada Akhir Bulan Desember 2021 yang lalu, tidak ada gebrakan sama sekali yang ia buat kecuali merazia badut di setiap persimpangan lampu merah.
Terhitung dari akhir bulan Desember 2021 hingga bulan April tahun 2022 hanya badut yang ia ajak wartawan untuk mengekspos kegiatannya, tiba razia di cafe-cafe atau di kos-kosan tidak ada melibatkan wartawan untuk meliput olehnya.
Salah satu narasumber yang enggan di sebut namanya oleh media ini mengatakan, sebelum bulan puasa kemarin ada beberapa rombongan satpol PP razia kesini, dirinya memeriksa beberapa ruangan tempat yang tersedia di ruangan sini, Al hasil mereka tidak ada menemukan apa-apa.
” Saya juga heran biasanya setiap razia baik itu razia gabungan maupun razia yang lainnya wartawan pasti ikut, tiba waktu mereka turun sebelum bulan puasa kemarin satupun tidak ada wartawan yang mereka bawa,”Ujar D nama inisialnya.
Selanjutnya mereka tidak ada menemukan apa-apa disini mereka lanjut ke tempat lainnya.
“Setelah habis ke tempat saya dan tidak menemukan apa-apa mereka langsung razia ke tempat lainnya,”Katanya. Rabu (04/05/2022).
Disini terlihat kasat pol PP hanya mau memberantas yang tidak menganggu masyarakat misalnya badut yang mencari nafkah di sepanjang lampu merah yang ada di Muara Bungo selalu mereka berantas, sedangkan tempat maksiat atau penyakit masyarakat mereka hanya razia dengan sendirinya tanpa di ikuti oleh wartawan.
Khaidir Yusuf selaku PLT Kasat Pol PP Bungo mengatakan, “Jangan begitu lah dindo kan Sayo waktu razia Cafe-cafe Sayo berada di kerinci, hanya saja anggota Sayo yang pergi razia ke tempat-tempat hiburan,”Katanya singkat.
Dimana-mana dalam bulan suci Ramadhan, Satpol PP selalu merazia tempat kos-kosan yang ada di Kabupaten Bungo, selama pol PP di Jabat oleh Khaidir Yusuf sebulan penuh bulan suci Ramadhan tidak ada gebrakan untuk merazia tempat kos-kosan.(FB)







