FAKTA BUNGO – Dinas Koperasi UKM Perindustrian & Perdagangan Kabupaten Bungo menggelar pelatihan makanan dalam rangka” meningkatkan pertumbuhan IKM baru serta meningkatkan ekonomi keluarga yang bertempat di Dusun Purwosari, SPA, Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo.
Kegiatan itu di laksanakan selama 6 hari di mulai dari tanggal 07 Mei sampai dengan tanggal 12 mei 2024 yang di ikuti sebanyak 20 peserta.
Hadir dalam kegiatan itu ketua DPRD Bungo Jumari Ari Wardoyo, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Supriyadi, Kepala Bidang Industri Susanti, serta para peserta pelatihan.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan melalui kepala Bidang Industri Sisanti,HS dalam sambutannya mengatakan,kegiatan pelatihan ini adalah Kegiatan Pelatihan Wirausaha Baru (WUB) Sektor IKM, Olahan Makanan merupakan bagian dari Program Perencanaan dan Pembangunan Industri, Sub Kegiatan Sinkronisasi Koordinasi dan Pelaksanaan Pembangunan Sumber Daya Industri.
Kegiatan ini berasal dari Dana Pokok pikiran (Pokir) Ketua DPRD Bungo Jumari Ari Wardoyo tahun 2024, dimana ketua DPRD menginginkan IKM di Kabupaten Bungo maju dan berkembang dan bisa membuka usaha sendiri nantinya.
“Saya berpesan kepada para peserta untuk jangan takut memulai sebuah usaha, karena hal yang paling penting dalam terwujudnya usaha adalah memutuskan memulai usaha. Banyaknya penumbuhan usaha di wilayah tertentu menjadi indikator dalam kemajuan daerah tersebut.,”Kata Kepala Bidang Industri ini, Senin siang (12/05/2024).
Para peserta harus optimis untuk menjalankan usahanya. Pelatihan ini menjadi salah satu wadah untuk mengasah ketrampilan tidak hanya sekedar mengetahui namun harus bisa mengimplementasikan ilmunya. Perjumpaan dengan narasumber secara langsung memberikan nilai lebih dalam mengawali sebuah uji coba membuat produk. Peserta diharapkan terbuka dan aktif dalam berkonsultasi serta bertanya kepada narasumber, agar ilmu yang diserap betul-betul memberikan kesan yang nantinya memberikan bekal ketika sudah memulai usaha.
“Adanya perkembangan teknologi yang saat ini dimiliki oleh setiap peserta seperti handphone yang terintegrasi dengan media online memberikan peluang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Produk yang ditawarkan terlebih dahulu juga harus melalui penilaian produk sederhana dilingkungan terdekat agar mengurangi kemungkinan penolakan konsumen . Harapannya dengan adanya pelatihan ini memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi para peserta sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. ,”pungkasnya.
Susanti berharap peserta yang mengikuti pelatihan ini, tetap konsisten berproduksi dan mengembangkan ilmu yang sudah diberikan oleh pemateri.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menambah jumlah IKM baru serta meningkatkan ekonomi keluarga bagi kaum perempuan di Kecamatan Pelepat Ilir khususnya di Kuamang kuning.,”tutupnya.





