FAKTA BUNGO – Kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 dan literasi statistik untuk masyarakat resmi digelar hari ini di Kabupaten Bungo. Acara ini menjadi bagian penting dalam menyongsong pelaksanaan puncak SE 2026 yang akan berlangsung pada Mei, Juni dan Juli 2026.
Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Komite IV DPD RI sebagai mitra BPS, bersama BPS RI, BPS Provinsi Jambi, dan BPS Kabupaten Bungo. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan ini.
Acara dihadiri oleh:
Kepala BPS Provinsi Jambi yang diwakili Eko Libri, selaku Biro Umum
Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi
Anggota Tani Merdeka Kabupaten Bungo
Kelompok UMI Mekar
Perwakilan Kementerian Agama
Pelaku UMKM
BPS RI menentukan langsung kriteria peserta karena mereka dinilai memiliki jaringan kuat di lapangan sehingga dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai SE 2026.
Dalam sambutan Ketua Komite IV DPD RI Dr.Hj.Elviana.,M.Si, menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memberikan data yang benar dan lengkap.
Ia mengucapkan, “Alhamdulillah, hari ini sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dapat terselenggara. Kami berterima kasih kepada BPS RI, BPS Provinsi Jambi, dan BPS Kabupaten Bungo. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat memahami pentingnya SE 2026 dan terlibat aktif dalam memberikan data yang tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa data akurat dari masyarakat menjadi pondasi penting bagi BPS untuk menyediakan basis data pembangunan yang kredibel. “Data yang tepat akan digunakan pemerintah sebagai pijakan kebijakan pembangunan, dan masyarakat juga turut merasakan manfaatnya.”
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias. Banyak yang mengaku baru pertama kali mendengar secara rinci mengenai program Sensus Ekonomi.
“Kami yakin melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, target BPS untuk mendapatkan data yang akurat dapat tercapai,” tambah Elviana, Kamis pagi (04/12/2025).
Salah satu perhatian dalam sosialisasi adalah masih adanya warga yang merasa khawatir atau trauma terhadap kedatangan petugas sensus ke rumah-rumah karena maraknya modus penipuan.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPS telah menyiapkan langkah-langkah strategis:
Petugas turun ke lapangan bersama aparat RT/RW.
Dilakukan pemberitahuan awal kepada lingkungan sebelum kunjungan ke rumah tangga.
“Biasanya kami melakukan koordinasi dengan RT/RW lebih dulu. RT/RW kemudian menyampaikan kepada warga bahwa petugas BPS akan datang. Ini membuat masyarakat merasa lebih aman,” jelas Biro umum BPS Provinsi Jambi Eko Libri
Hal ini dinilai efektif dalam mengurangi keraguan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat pada petugas sensus.
Kabupaten Bungo menjadi lokasi sosialisasi karena dianggap sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik.
Sayangnya, sebagian perkembangan ekonomi Bungo belum tercatat secara optimal. “Kalau pertumbuhan ekonomi Bungo tidak terdata dengan baik, maka secara nasional terlihat seolah-olah tidak berkembang. Padahal data yang sahih penting, misalnya untuk mendukung percepatan pengoperasian Bandara Muara Bungo agar dapat beroperasi setiap hari.”
Data ekonomi yang kuat dan valid diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi percepatan pembangunan Bungo ke depannya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal agar masyarakat memahami pentingnya Sensus Ekonomi dan siap memberikan data yang benar saat petugas datang pada 2026.
“Kami akan melihat perkembangan setelah sosialisasi ini. Semoga masyarakat Bungo semakin paham dan siap menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” tutupnya.(FB)







