FAKTA BUNGO – Bupati Bungo H. Dedi Putra, S.H., M.Kn secara resmi melaunching perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Muara Bungo, Jumat pagi (05/12)2025).
Launching ini menjadi titik awal implementasi program nasional MBG di Kabupaten Bungo.
Dalam sambutannya, Bupati Bungo H.Dedi Putra.,S.H.,M.Kn menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG diharapkan dapat berjalan lancar dan berdampak langsung pada peningkatan gizi peserta didik.
“Program ini kita launching perdana hari ini. Harapan kita, seluruh dapur MBG di Bungo bisa segera beroperasi agar manfaatnya langsung dirasakan oleh anak-anak,” ujar Bupati.
Sementara itu Anggota DPD RI Dapil Provinsi Jambi, Dr.Hj. Elviana.,M.Si, juga hadir dan memberikan apresiasi kepada Bupati atas dukungan penuh terhadap program nasional tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Bupati. Beliau luar biasa dalam mensupport program ini. Hari ini kita bisa launching perdana sesuai harapan bersama,” jelas Elviana.
Ia menekankan pentingnya dukungan media agar program berjalan tanpa hambatan.
“Adik-adik media harus mendukung dan memberikan pemberitaan yang baik. Kalau narasinya negatif, program ini bisa terganggu. Kita ingin anak-anak segera menikmati hak mereka,” tegasnya.
Elviana menjelaskan bahwa sesuai aturan BGN, pelaksanaan MBG pada tahap awal hanya diperbolehkan 1.000–1.500 penerima. Untuk launching di SMA N 2 Muara Bungo, jumlah peserta terdata 1.014 orang, ditambah 179 kursi berdasarkan izin kondikasi.
Mulai hari Senin mendatang, target penyaluran akan meningkat hingga 2.500 peserta, sesuai arahan dinas pendidikan.
Meski secara ideal target bisa mencapai 4.000 penerima seperti dapur MBG yang sudah lama berjalan, aturan baru dari BGN membatasi jumlah maksimal pada 3.000 penerima. Hal ini karena MBG kini juga mencakup kelompok prioritas tambahan, seperti ibu hamil dan ibu menyusui.
Program MBG di Kabupaten Bungo disebut menelan anggaran hingga Rp 3 triliun, dengan 18 titik lokasi dapur yang sudah dicek langsung oleh kontraktor.
“Kita siap menunggu perkembangan dari pihak investor. Tapi kalau sampai 4.000 lokasi ini tidak ada tanda-tanda pembangunan, ya kita rollback saja,” ujar Elviana.
Seluruh dapur sudah memiliki titik lokasi yang siap digunakan, baik di sekolah, rumah warga, maupun fasilitas pendukung lainnya.
“Yang penting pemberitaannya positif. Kalau ada isu negatif seperti anak tidak makan, itu bisa menghambat. Padahal anggaran sudah ada dan sudah disiapkan APBN. Kalau tidak terserap, jatah kita bisa ditarik kembali,” tegasnya.
Bupati memastikan bahwa seluruh persiapan distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah telah dilakukan. Proses pembungkusan hingga distribusi akan mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Acara di lanjut kan dengan Bupati bersama Elviana mengelilingi ruang kelas SMA Negeri 2 untuk melihat siswa/siswi menikmati MBG (Makanan Gizi Gratis)
(FB)





