FAKTA BUNGO – Dua unit alat berat jenis ekskavator terpantau memasuki wilayah Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Senin (12/1/2025). Alat berat baru merek Zoomlion tersebut diketahui akan dibawa menuju Dusun Batu Kerbau.
Informasi yang dihimpun, dua unit ekskavator tersebut sempat melintas tanpa terpantau oleh anggota Polsek Pelepat. Alat berat itu kemudian ditemukan berada di kawasan Jalan Padang Lalang, Kecamatan Pelepat. Senin (12/01/2026)
Keberadaan ekskavator tersebut memunculkan dugaan kuat akan digunakan untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Batu Kerbau.
Seorang kernet trado yang mengangkut alat berat tersebut mengaku bahwa ia berangkat dari Jakarta dan hanya bertugas mengantarkan pesanan.
“Saya dari Jakarta, Pak. Katanya (alat berat) buat tambang,” aku kernet trado tersebut kepada awak media.
Sementara itu, pria yang mengaku bernama Husin dan ikut mengawal pengiriman alat berat tersebut mengatakan bahwa salah satu ekskavator merupakan miliknya, sedangkan satu unit lainnya milik seseorang bernama Ripin. Husin juga mengungkapkan bahwa salah satu alat berat itu dibeli secara patungan atau kongsi.
Lebih lanjut, Husin menyebut bahwa salah satu pihak yang ikut dalam kongsi pembelian alat berat tersebut diduga merupakan oknum anggota Polsek Pelepat.
“Siregar Polsek. Kami kan kongsi-kongsi,” ujar Husin.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh Siregar yang disebut-sebut dalam pengakuan Husin. Ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan alat berat tersebut maupun dengan pihak yang bersangkutan.
“Dakdo itu. Bahkan dengan Husin saja saya tidak kenal,” bantah Siregar.
Terpisah, Kapolsek Pelepat IPTU Charlos Sihombing saat dikonfirmasi terkait masuknya dua unit alat berat tersebut dan dugaan keterlibatan anggotanya mengatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Masak iya. Coba saya tanyakan dulu ya. Soalnya saya lagi cuti,” singkat Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait peruntukan pasti dua unit ekskavator tersebut maupun langkah penindakan dari aparat penegak hukum. Dugaan akan digunakannya alat berat untuk aktivitas PETI di Dusun Batu Kerbau masih menjadi perhatian publik dan menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang.(**)

