FAKTA BUNGO – Warga Dusun Sungai Gurun, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di Sungai Batang Pelepat, Selasa pagi (31/3/2026).
Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang warga bernama Adam Huri di bawah jembatan gantung yang berada di aliran sungai tersebut.
Menurut keterangan saksi, awalnya Adam Huri melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di sungai. Setelah dipastikan bahwa objek tersebut adalah tubuh manusia, ia segera menghubungi warga lainnya, Lim, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak Polsek Pelepat.
Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Bungo serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, identitas korban belum dapat dipastikan karena proses evakuasi belum dilakukan. Hal ini disebabkan kondisi debit air Sungai Batang Pelepat yang sedang meningkat.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga adalah Saparuddin (63), warga Desa Rantau Keloyang, yang sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin (16/3/2026).
Saat itu, korban diduga terjatuh atau masuk ke dalam Sungai Batang Pelepat. Upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak kepolisian, BPBD, dan warga setempat, namun dihentikan pada 24 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan pemantauan.
Kapolsek Pelepat, AKP Charlos Sihombing ketika ditemui membenarkan peristiwa tersebut
“Iya memang ada penemuan mayat di Batang Pelepat tepatnya Dusun Sungai Gurun, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo,”katanya.
Mendatangi lokasi kejadian (TKP)
Memintai keterangan saksi-saksi
Melaporkan kejadian kepada pimpinan
Saat ini, mayat masih berada di dalam sungai dan menunggu proses evakuasi oleh tim BPBD.
Berdasarkan keterangan saksi, kuat dugaan bahwa mayat tersebut adalah Saparuddin yang sebelumnya dinyatakan hilang. Namun, kepastian identitas masih menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi.(FB)







