FAKTA BUNGO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bungo Zainadi.,S.Pd.,M.M meninjau langsung sejumlah lokasi banjir di Kabupaten Bungo untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak serta mengevaluasi sejauh mana banjir memengaruhi aktivitas warga.
Dalam peninjauan tersebut, Zainadi menyebut bahwa hingga saat ini aktivitas masyarakat masih terganggu, terutama di wilayah yang masih tergenang air. Genangan banjir menyebabkan akses transportasi dan kegiatan sehari-hari warga belum dapat berjalan normal.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Taman Agung, di Kelurahan Jaya Setia. hampir 200 rumah warga masih terendam banjir.
“Di Taman Agung, rumah yang terendam mencapai hampir 200 unit. Jika dihitung keseluruhan, ada sekitar 210 kepala keluarga dengan jumlah warga terdampak sekitar 700 hingga 800 jiwa,” ujar Zainadi, Kamis (14/05/2026).
Selain Taman Agung, banjir juga masih merendam rumah-rumah warga di Sungai Pinang serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Bungo.
Berdasarkan laporan sementara dari sejumlah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bungo mencatat dampak banjir sebagai berikut:
1.436 rumah terendam banjir
Sekitar 5.000 jiwa terdampak
2 orang meninggal dunia
1 orang mengalami cedera
39 hektare lahan sawah terendam dan berpotensi gagal panen
4 titik longsor
Data ini masih bersifat sementara karena beberapa kecamatan belum menyampaikan laporan lengkap.
Banjir di Kabupaten Bungo tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat. Sejumlah akses jalan masih tergenang, sehingga warga kesulitan beraktivitas seperti biasa.
Di sektor pertanian, puluhan hektare sawah yang terendam diperkirakan mengalami kerusakan, bahkan berpotensi gagal panen. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada pendapatan petani dan ketahanan pangan daerah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bungo, Zainadi, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Batang Tebo dan Sungai Batang Bungo, agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Meskipun debit air mulai menunjukkan tren penurunan, potensi banjir susulan masih bisa terjadi apabila curah hujan kembali meningkat di wilayah hulu.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pascabanjir.
Dengan kondisi yang masih dinamis, masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.(FB)





