FAKTA BUNGO – Oknum Mantan Rio Dusun Baru Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Najamudin terkesan arogan dan mengancam beberapa awak media dengan parang (golok), Minggu (5/7/2026).
Kejadian pengancaman berawal ketika awak media bersilaturrahmi ke rumah Iskandar yang juga berada di Dusun Baru Lubuk Mengkuang.
Ketika awak media dipersilahkan masuk oleh Iskandar yang mana didalam rumah sudah ada 2 orang tamu didalam rumahnya, salah satunya yang bernama Najamudin langsung bertanya kepada wartawan dari media mana dan apa tujuan datang ke Limbur Lubuk Mengkuang.
Tidak hanya sekedar bertanya dari media apa, Najamudin juga dengan keras mengancam wartawan yang bersilaturrahmi kerumah Iskandar dengan bersiap kedapur untuk mengambil golok (parang, red).
“Apo tujuan kamu datang kesiko, ambek parang, ambik parang, nak aku kapak kamu wartawan ko, kami dakdo urusan dengan polisi dan wartawan, kami cuma ngurus masyarakat,” ujar Najamudin.
“Ngapo kamu wartawan sibuk menganggu usaha orang di Limbur Lubuk Mengkuang, aku dak senang dengan wartawan, kagek kamu ku kapak,” ucapnya lagi.
Tidak hanya mengancam dengan mengambil golok, Najamudin juga menjelek-jelekkan profesi wartawan yang mana menurutnya wartawan hanya bekerja menggangu aktifitas dan usaha orang saja.
“Kabarnyo hari iko memang ado wartawan yang mau ke Limbur. Asal ado wartawan main ke Limbur akan kami hadang,” tegasnya lagi.
Walaupun diancam tanpa berbuat kesalahan oleh Najamudin, beberapa wartawan yang berinisial AZ dan RK yang berkunjung ke rumah Iskandar tetap tenang dan menyebutkan bahwa mereka datang karena pemilik rumah (Iskandar, red) beberapa hari lalu menyuruh mereka bersilaturrahmi dengan dirinya.
Melihat adanya pengancaman yang dilakukan oleh Najamudin, Iskandar selaku tuan rumah langsung mendinginkan suasana dan menyebutkan bahwa wartawan yang datang kerumahnya memang sudah berkomunikasi dengan dirinya beberapa waktu lalu.
Insiden pengancaman yang dilakukan oleh Najamudin yang nota bene adalah oknum mantan Rio Dusun Baru Lubuk Mengkuang yang terjadi di Rumah Iskandar membuat awak media dan beberapa wartawan di Kabupaten Bungo merasa geram.
Akibat adanya pengancaman tersebut, beberapa wartawan merasa tidak senang dan berencana akan melanjutkan maslah ini ke ranah hukum. (Tim)

