FAKTA BUNGO – DPMPTSP (Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu) Kabupaten Bungo mengadakan kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Resiko (OSS.RBA) dan Penyusunan LKPM secara On line. (24 – 27/10/2022) bertempat di Ballroom Amaris Hotel.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ballroom Amaris hotel ini dihadiri oleh para beberapa pelaku usaha (UMKM) dan Besar, dalam Kabupaten Bungo.
Adapun Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi para pelaku usaha yg belum memiliki NIB sebagai identitas dan legalitas izin pelaku usaha, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing.
Dalam kegiatan ini, dibuka langsung oleh Kepala DPMPTSP Ir,Safrizal, Kabid perizinan, narasumber dari DPMPTSP Provinsi Jambi serta BPJS Tenaga Kerja, yang diikuti para pelaku usaha di Kabupaten Bungo.
Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bungo Ir.Safrizal mengungkapkan Bimtek ini dilakukan beberapa tahap dalam satu tahun. Ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP dalam memfasilitasi peraturan dan kebijakan pelaksanaan penanaman modal.
“Lewat bimtek atau sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan legalitas para pelaku usaha (NIB), realisasi investasi daerah dan kepatuhan pelaku usaha, melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online setiap triwulannya,” ungkap Safrizal.
Ia pun menjelaskan, dalam sosialisasi ini dinas DPMPTSP yang dilengkapi dengan tenaga pendamping berprofesional dari DPMPTSP Provinsi Sehingga, para peserta tak hanya mendapat ilmu secara materi, namun dapat praktek langsung. Mendapat pemahaman secara langsung proses penyusunan LKPM.
“Semoga, lewat kegiatan ini, pemerintah dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan investasinya. Serta meningkatkan kesadaran atas kewajiban LKPM yang wajib dilaksanakan pelaku usaha secara tepat waktu,” harapnya..
Sebagai gambaran bahwa berdasarkan hasil Rakoor realisasi investasi di provinsi jambi untuk Kab.Bungo periode Januari sd September 2022 telah melampaui target yakni mencapai Rp.1,1 T. dari target Rp.330 M. Hal ini menunjukkan kondisi iklim investasi Kab.Bungo cukup tinggi serta di dukung dgn kesadaran Pelaku Usaha dalam menyampaikan laporan setiap bulannya.(Tim)







