FAKTA BUNGO – Proses seleksi atlit Cabang Pencak Silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Bungo dipertanyakan. Dugaan adanya kecurangan ini terjadi dalam perlombaan Kategori Jurus Tunggal Putra, yang mana kuat dugaan Ketua Pertandingan yang dipimpin M. Amin bekerjasama dengan tim juri yang bertugas terdiri dari Agita Armelia, M. Afdholudin dan Ahmad Khaironi telah menentukan pemenang dari awal tanpa memperhatikan hasil dari pertandingan yang sebenarnya.
Protes keras ini disampaikan langsung Ozano Akbaron, yang mana anak asuhnya dari Perguruan Sisinga Berantai Al Hikmah merasa dicurangi, padah dari segi penampilan jauh unggul dari penenang yang telah ditetapkan. “Kami protes dengan data yang sangat jelas, memiliki video penampilan kedua peserta. Namun upaya protes yang kami ajukan tidak mendapat respon,” ujar Zano, yang satu-satunya pelatih yang memiliki lisensi nasional di Kabupaten Bungo ini.
Atas kecurangan ini ia mengaku telah melakukan berbagai upaya protes sesuai aturan. “Protes pertama kami lakukan secara kekeluargaan sesuai kesepakatan dalam teknikal meeting, namun tidak direspon. Kedua kami ajukan protes dengan meminta blanko protes, juga tidak ditanggapi,” ujarnya.
Selain itu, Zano mengaku juga telah mengajukan agar ada upaya duduk bersama dengan dimediasi Cabor IPSI Kabupaten Bungo serta membedah video penampilan secara terbuka masing-masing peserta, juga tidak direspon oleh ketua pertandingan dan wasit juri.
“Kami ingin ada mediasi duduk bersama untuk membedah video penampilan peserta, terutama tentang kebenaran gerak serta kemantapan gerak atlet bertanding, namun juga tidak direspon,” tandasnya.
Dengan tidak adanya tanggapan dari ketua pertandingan dan wasit juri ini, ia menduga adanya kecenderungan dari ketua pertandingan serta panitia untuk memenangkan salah satu peserta. “Kalau memang pemenangnya sudah ditentukan dari awal, untuk apa seleksi ini diadakan,” Katanya.
Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan karena hasil dari seleksi ini akan dibawa ke Disparpora Kabupaten Bungo yang mana pemenangnya akan menjadi utusan Bungo di POPDA tingkat Provinsi Jambi 2024. “Protes yang diajukan ini juga demi nama baik Kabupaten Bungo, karena selama ini pencak silat selalu meraih prestasi di tingkat Provinsi, jangan sampai demi kepentingan sepihak dapat menurunkan prestasi atlet,” tandasnya.





