Excavator Zoomlion 215 Milik Eli Diduga Keruk Emas di Rantel

FAKTA BUNGO – Aktivitas yang diduga berkaitan dengan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, sebuah alat berat jenis excavator Zoomlion tipe 215 yang disebut-sebut milik seorang pengusaha bernama Eli diduga melakukan pekerjaan penggalian di wilayah Dusun Rantel, Kabupaten Bungo, hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan beton di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas alat berat tersebut berlangsung di area perkebunan yang berada tidak jauh dari akses jalan masyarakat. Sejumlah warga mengaku khawatir karena pekerjaan penggalian yang dilakukan menggunakan alat berat berpotensi merusak infrastruktur yang telah dibangun pemerintah maupun masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan di lapangan, terlihat sebuah excavator sedang beroperasi melakukan penggalian tanah di kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas pencarian emas. Di sekitar lokasi juga tampak tumpukan tanah galian serta beberapa bagian konstruksi beton yang diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas tersebut.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa keberadaan alat berat tersebut telah menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami berharap pihak terkait dapat turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Jika memang ada kerusakan fasilitas umum atau aktivitas yang tidak memiliki izin, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Selain dikhawatirkan merusak infrastruktur, aktivitas PETI juga dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, seperti erosi tanah, sedimentasi aliran air, hingga kerusakan lahan produktif masyarakat.

Ia berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap aktivitas alat berat yang beroperasi di wilayah tersebut.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh kegiatan yang dilakukan telah memenuhi ketentuan perizinan dan tidak merugikan kepentingan masyarakat maupun lingkungan.

Pos terkait