Pedagang Pasar Atas Akui Kepala UPT Minta Duit

Gambar Ilustrasi

FAKTA BUNGO – Permasalahan permasalahan ketua UPT Pasar Muara Bungo Janawer mulai terbongkar satu persatu yang di lakukan nya baik permasalahan Agen Elpiji, Pungutan kepada pedagang pasar atas Muara Bungo, serta pungutan dan Bangunan tanah pemda yang ia bangun secara permanen di SP A Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo.

Hingga saat ini permasalahan dirinya selama ini terus bermunculan saat narasumber melapor ke media online Fakta Bungo setiap harinya.

Bacaan Lainnya

Baginya kepala UPT tidak bertanggung jawab alias lepas tanggung jawab atas apa yang terjadi di pasar atas Muara Bungo, dikarenakan dirinya hanya meminta uang baik itu para pedagang maupun pedagang yang sewa kios untuk berjualan.

Bahkan menurut laporan yang sempat direkam oleh awak media berdurasi 2.49 detik itu saat bertanya kepada para pedagang dirinya pernah di mintai uang oleh ketua UPT Pasar Muara Bungo sejumlah Rp.6 juta untuk sewa lapak yang tempat dia berdagang selama satu tahun.

“Iya saya di mintai uang lapak yang Tempat saya berdagang ini oleh kepala UPT Pasar Muara Bungo bapak Janawer sebesar Rp.6 juta sekitar tanggal 30 Juli 2021 yang lalu,”Ujarnya.

Bukan dirinya saja yang di mintai uang oleh dia, semua pedagang juga di mintainya  yang jumlahnya berbeda-beda antara pedagang satu dengan yang lainnya, ada yang pakai karcis dan ada tidak.

“Bukan saya saja yang di mintai oleh nya, pedagang lain pun juga di minta dengan jumlah yang berbeda-beda, itupun ada yang pakai karcis dan ada juga yang tidak,”Kata salah satu pedagang ayam potong yang enggan di sebut namanya. Selasa (07/09/2021).

Menurutnya resmi atau tidak resmi tidak masalah, yang penting harus bertanggung jawab apa yang terjadi di pasar atas ini.

“Kalau saya sendiri tidak masalah pungutan itu resmi atau tidak, yang saya ingin bersama teman-teman pedagang dirinya harus bertanggung jawab apa yang terjadi di sini.,”Ucapnya.

Sekitar 2 hari yang lalu ada salah satu pedagang telur ayam kiosnya di masukin orang dan beberapa barang dagangannya hilang hingga mencapai kerugian Rp 3 juta, kepala UPT lepas tanggung jawab sama sekali.

“Kalau dak salah sekitar 2 malam yang lalu ada salah satu pedagang telur ayam, kios nya di masukin oleh orang, dan barang dagangannya pun banyak yang hilang, kepala UPT tidak ada bertanggung jawab sama sekali, bahkan beribu-ribu alasan yang ia katakan kepada kami,”Pungkasnya.

Dirinya meminta kepada Dinas terkait dan kepada Bapak Bupati agar permasalahan ini yang terakhir kalinya terjadi, di karenakan para pedagang ingin berjualan dengan suasana yang nyaman.(FB)

Pos terkait