Masyarakat Kecewa Dengan Pelayanan PLN Ormas FPP Hearing Bersama Komisi III DPRD Bungo

FAKTA BUNGO – Menindaklanjuti pertemuan antara forum peduli Pelepat dengan pihak ULP PLN Rayon Rimbo Bujang beberapa hari yang lalu, ormas FPP bersama pihak ULP PLN Rayon Rimbo Bujang mediasi bersama DPRD Bungo.

Mediasi tersebut berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Bungo Senin siang, (06/06/2022).

Bacaan Lainnya

Tampak hadir dalam mediasi tersebut Wakil Ketua II DPRD Bungo Martunis.,A.md sekaligus sebagai pimpinan rapat, ketua komisi III DPRD Bungo Darwandi, Dharmawan F, Sugiono, Djusri Ramli, Asisten II Setda Bungo Ir.H.Saiful Azhar, Datuk Rio Sungai Beringin, perwakilan Datuk Rio Dusun Rantau Keloyang, serta anggota FPP.

Ormas Forum Peduli Pelepat (FPP) meminta dengan tegas agar PLN bisa  menyelesaikan kinerjanya dalam kurun waktu 2 bulan, jika tidak juga kami akan melakukan aksi di depan kantor PLN.

“Saya atas nama masyarakat kecamatan Pelepat kecewa sekali dengan Datuk Rio (Kades) yang tidak hadir seperti Rio Dwi Karya Bakti, Sungai Gurun, Rantel, dan dusun Balai Jaya,”Ujar Satrian Oendric.

Padahal ini semua kami perjuangkan untuk masyarakat kecamatan pelepat terutama di masing-masing desa.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat se Kecamatan Pelepat agar memilih seorang pemimpin desa pilihlah Rio yang bersatu dengan masyarakat, dan mau mendengarkan keluhan masyarakat, jangan pilih pemimpin yang selalu mementingkan dirinya pribadi sedangkan dirinya tidak ada mementingkan rakyatnya,”Kata oendric.

Di dalam mediasi tersebut ada beberapa pertanyaan terkait masalah yang terjadi di lapangan mengenai jaringan listrik yang sering padam ketika adzan Maghrib tiba, bahkan dalam satu hari pun ada sampai 10x mati.

“Saya sendiri tinggal di dusun Sekampil dalam sehari listrik mati bahkan sampai 10x paling banyak, dan 5x paling sedikit apalagi di waktu Maghrib listrik selalu mati,”jelasnya.

Sadam Abdul hakim selaku perwakilan manager bagian jaringan menjelaskan terkait listrik padam yang sering terjadi di Kecamatan Pelepat dirinya akan menindaklanjuti apa yang terjadi sebenarnya di kecamatan Pelepat, biasanya yang terjadi di lapangan seperti gangguan dari hewan yang selalu hinggap di dalam travo induk PLN sendiri, gangguan dari pohon, yang mana alat PLN yang kami titipkan di sana adanya pohon yang tinggi, yang mana pohon tersebut tidak boleh di tebang, karena itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, gangguan ekstrem seperti hujan deras, petir dan sebagainya.

“Jika langkah tidak ada perbaikan setidaknya pihak kami akan mengurangi pemadaman sesuai dengan kendala yang terjadi di lapangan,”Ucapnya singkat.

Sementara itu wakil ketua II DPRD Bungo Martunis.,A.md yang di dampingi oleh ketua komisi III DPRD Bungo Darwandi menegaskan apabila pihak PLN Bungo tidak juga bisa memperbaiki mutu pelayanannya maka kami dari komisi III akan menjumpai management PLN pusat yang berada di Palembang.

“Kami akan segera menemui managemen PLN pusat yang berada di Palembang, jika belum juga selesai permasalahan ini di atasi, karena permasalahan ini sudah berulang-ulang kali Hearing di DPRD tapi tidak ada di tindak lanjuti oleh pihak PLN, kami akan layangkan surat ke kementrian BUMN khususnya,”Tegas Darwandi.(FB)

Pos terkait