FAKTA JAMBI –PT Bank Jambi Pembangunan Daerah Jambi atau Bank jambi melanjutkan tren kinerja positfi di tahun 2022.
Di bawah kepemimpinan Yunsak El Halcon selaku direktur utama, di tahun 2022 Bank Jambi mampu membukukan laba bersih Rp.342 miliar naik 9,11% dibandingkan di tahun 2021 yang mencapai Rp.314 miliar.
”Hal ini sering pertumbuhan pendapatan Bank Jambi naik 1,33% yoy menjadi Rp.1,271 triliun dan biaya operasional IV/2022 yang mencapai Rp.819 miliar, terjadi efisiensi 3,37%” ujarnya.
Sementara, penyaluran kredit naik 2,45% dari Rp. 8,976 triliun menjadi Rp,9,196 trilun. Pertumbuhan kredit didorong oleh sektor konsumtif yang naik 1,83% yoy, sementara itu pada periode yang sama kredit produktif turun 4,09% yoy.
Namun dari sisi pengumpulan dana, dana pihak ketiga (DPK), Bank jambi turun 8.75% menjadi Rp.9,67 triliun. Hal ini seiring dengan turunnya deposito Bank jambi sebesar 25,92% menjadi Rp.3,99 triliun. Di satu sisi, giro dan tabungan Bank jambi, masing-masing mencatatkan pertumbuhan 11,09% dan 6,05%.
yunsak mengatakan, turunnya deposito sebagai upaya Bank Jambi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana mahal.” Positifnya, porsi dana murah atau current account savings account (CASA) tumbuh 9.07%, membuat rasio CASA cenderung stabil pada Posisi 58,66% dari total DPK, ungkapnya.
Kencangnya laju bisnis Bank Jambi juga dibarengi peningkatan efisiensi sehingga rasio biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) Bank Jambi turun358 basis poin (bps) dari67,65% menjadi 64,07%.
Atas capaian, ini tahun 2022 lalu, Bank Jambi berhasil meraih 3 penghargaan sekaligus dalam infobank Award. Sebagai informasi ”Rating 107 Bank versi Infobank 2022, dari 36 bank di KBMI 1 kelas aset Rp.10 triliun sampai dengan dibawah Rp.25 triliun, 18 bank berhassil meraih predikat” Sangat Bagus”.
BPD dituntut tidak hanya mencatatkan kinerja yang bagus tapi juga harus dapat memberikan dampak terhadap peningkatan finansial inklusi di daerahnya di antaranya dengan menjangkau nasabah-nasabah di daerah terpencil.
Posisi Bank Jambi sebagai mitra strategis pemerintah menjadi ujung tombak finansial inklusi di masyarakat terpencil seperti suku asli jambi, Suku Anak dalam.
Bank Jambi juga mendukung dan ikut mengakselerasi pembukaan rekening segmen pelajar dan mahasiswa dalam rangka pencapaian target inklusi keuangan 90% pada 2024. (**)







