FAKTA BUNGO – Kepala sekolah SMP Negeri 3 Muara Bungo arogan menghadapi salah satu wartawan media online ketika menagih langganan koran di sekolah nya, Senin pagi (01/04/2024).
Awalnya wartawan media online Brata pos Hardiman mendatangi sekolah SMP Negeri 3 Muara Bungo untuk menagih langganan koran ke kepala sekolah yang bernama Narto,S.Pd.
Se tiba di sekolahan tersebut Hardiman mendapatkan ucapan yang seharusnya tidak perlu di keluarkan oleh Narto dengan mengeluarkan kata kata ” Saya tidak butuh wartawan, yang ada wartawan butuh kami sebanyak 3x yang ia ucapkan dari mulut ia sendiri,” katanya.
Atas hal itu Hardiman selaku wartawan media online Brata Post tersebut tidak menerima apa yang telah di keluarkan oleh kepala sekolah tersebut terhadap dirinya.
Kronologis kejadian, seperti biasa, 3 bulan sekali wartawan media surat kabar dan online bratapos datang ke sekolah SMP negeri 3 Bungo untuk mengambil tagihan langganan koran, namun setiba di sekolah justru mendapatkan tutur kata yang kurang pantas dari kepala sekolah hingga terjadi perdebatan.
“Dengan adanya kejadian itu, tentu saya tidak menerima apa yang telah di perlakukan kannya kepada saya, tentu ini akan saya ingat sampai kapanpun ke kepala sekolah SMP Negeri 3 tersebut,”Ucapnya.
Karena dirinya terpancing emosi didepan wakil kepala sekolah juga di kata katain bahwa tidak butuh media, akhirnya wartawan yang bersangkutan meninggalkan ruangan sembari mencabut surat kerjasama dan membatalkan melakukan penagihan, sembari berkata ” Saya akan selalu ingat kata kata bapak, bahwa bapak tidak butuh media, ” tutur wartawan bratapos kepada media ini.
Terpisah, Narto,S.Pd saat di konfirmasi ia mengatakan, iya memang tadi ada salah satu wartawan media online datang kesini untuk menagih iklan ucapan yang ia buat.
“Terkait dengan perkataan saya terhadap wartawan itu, maksud saya kalau iklan ucapan saya tidak butuh, tetapi kalau pemberitaan saya setuju, bukan saya tidak butuh wartawan,”Kata Narto ketika di konfirmasi.
Hardiman meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo Masril untuk menindaklanjuti permasalahan ini, agar suatu ketika tidak terjadi lagi ke wartawan manapun.





