FAKTA JAMBI – Taruna IPDN berinisial MDH (23) dan mahasiswi inisial DWA (21) ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di Trona Ekspres, Kota Jambi. Diduga keduanya meninggal akibat keracunan AC.
Kapolresta Jambi Kombes Boy Sutan Binanga Siregar mengatakan mobil Innova BH-1065-ML yang ditumpangi korban saat ditemukan dalam kondisi menyala. AC mobil juga dalam keadaan hidup.
“(Penyebab) Keracunan gas dari AC,” kata Boy, Kamis (8/5/2025), seperti dikutip detikSumbagsel.
- Klarifikasi Pernyataan di TikTok, Edi Kusnadi Tegaskan Tak Pernah Laporkan Klien ke Polda Jambi
- Didampingi Wakil Bupati, Dinas Sosial dan BAZNAS, Hj. Siti Alimah Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sirih Sekapur
- Pemkab Bungo Dorong Regulasi WPR, Razia PETI Dinilai Belum Efektif
- DPRD Bungo Gelar Rapat Paripurna, Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 Disepakati
- WDP Berikan Klarifikasi Terkait Pemberitaan Investasi di Bungo, Kuasa Hukum Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
- Atletico Madrid vs Real Madrid, Mourinho Kembali Berhadapan dengan Simeone
Adapun korban MDH berjenis kelamin laki-laki warga Alam Barajo, Kota Jambi. Sedangkan DWA merupakan warga Telanaipura, Kota Jambi.
Korban pertama kali ditemukan tewas oleh satpam saat swalayan akan tutup sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (7/5). Setelah diselidiki, ternyata mobil yang ditumpangi kedua korban diketahui sudah parkir di dalam swalayan sudah lebih dari 5 jam.
“Ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di dalam mobil dengan kondisi menyala dan AC menyala, terparkir selama kurang lebih 5 jam di parkiran Trona Ekspres,” ungkap Kapolsek Kota Baru AKP Jimi Fernando.
Berdasarkan keterangan satpam swalayan, mobil tersebut berada di parkiran sejak pukul 16.00 WIB. Mobil tersebut tak bergerak dari parkiran meski dalam keadaan menyala, sehingga membuat petugas curiga.
Saat satpam coba mengetuk pintu kaca mobil, tidak ada jawaban sama sekali. Namun ketika dilihat dari kaca, ada sepasang pemuda laki laki dan perempuan yang kelihatannya tertidur di bangku belakang mobil.
“Selanjutnya dilakukan pembukaan secara paksa dan ditemukan adanya satu pasang laki-laki dan perempuan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Jimi.
Kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara. Polisi pun sudah melakukan olah TKP di lokasi.
Sementara itu, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban.
“Keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi,” pungkasnya.(**)
Baca Terpopuler
- Klarifikasi Pernyataan di TikTok, Edi Kusnadi Tegaskan Tak Pernah Laporkan Klien ke Polda Jambi (237 views)
- KPKI Bungo Perkuat Fungsi Kontrol, DPRD Jadi Sorotan Utama (50 views)
- Didampingi Wakil Bupati, Dinas Sosial dan BAZNAS, Hj. Siti Alimah Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sirih Sekapur (50 views)
- Dinkes Bungo Bersama Kodim 0416 Bute Bagikan 6.000 Masker kepada Pengguna Jalan (49 views)
- Sosok Edi Kusnadi Menguat Jelang Pilkada Bungo 2030, Ini Rekam Jejaknya di DPRD (48 views)
- Fantastis! CV Gading Cempaka Dapat Proyek Drainase Sungai Dingin Bungo Rp2,5 Miliar, Volume Pekerjaan Jadi Sorotan (48 views)
- Sayuti MLH: Fit and Proper Test Bungo Bukti Komitmen Menang Bersama Rakyat (48 views)
- Serka Rochani Dorong Usaha Bengkel Warga Kratonan Terus Berkembang (47 views)
- KBD Tahap IV Surakarta Diisi Penyuluhan Bela Negara, Kasdim Tekankan Pentingnya Persatuan (43 views)
- WDP Berikan Klarifikasi Terkait Pemberitaan Investasi di Bungo, Kuasa Hukum Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum (41 views)


