FAKTA JAMBI – Kembali Dr. Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM, kandidat Profesor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, menyampaikan keprihatinannya terhadap Walikota Maulana yang dinilai hanya menjadikan para pemuda sebagai “tukang share” berita di grup WhatsApp (WA) untuk meningkatkan elektabilitasnya. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi akademis yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan mahasiswa.
“Selaku pendidik, saya prihatin ya, teman-teman, sebagian pemuda hanya dijadikan tukang share berita Walikota Maulana di grup WA dan media sosial, padahal mereka orang yang potensial untuk dikembangkan,” ungkap Dr. Dedek. Ia menekankan bahwa pemuda seharusnya diberikan kesempatan untuk berkontribusi lebih dalam pembangunan daerah, bukan sekadar menjadi alat untuk kepentingan politik.
Menurut Dr. Dedek, Walikota Maulana seharusnya dapat memberikan fungsi yang lebih baik kepada para pemuda, seperti bantuan pelatihan keahlian, permodalan, atau studi banding untuk memperluas wawasan mereka. “Pemuda adalah generasi penerus yang memiliki potensi besar. Mereka perlu diberdayakan agar dapat berperan aktif dalam pembangunan dan pengambilan keputusan,” tambahnya.
Pernyataan ini mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan aktivis pemuda, yang berharap agar pemerintah daerah lebih memperhatikan peran serta kontribusi pemuda dalam pembangunan. Dr. Dedek berharap, ke depan, ada perubahan dalam cara pandang pemerintah terhadap pemuda, sehingga mereka dapat berperan lebih aktif dan produktif dalam masyarakat.
Dengan harapan tersebut, Dr. Dedek mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan memberdayakan pemuda, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam proses pembangunan daerah.
Ari Widodo






