PKL Digusur, Pengamat Kritik Walikota Jambi Maulana Tak Rasakan Kesusahan

FAKTA JAMBI –  Kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Angso Duo terus menuai kritik. Pengamat pemerintahan dari Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Dr. Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM, menilai bahwa Walikota Jambi, Maulana, tidak merasakan kesulitan yang dialami para pedagang.

Pengamat Dedek Kusnadi, yang dikenal sebagai “martir sosial,” ini menyatakan bahwa solusi yang ditawarkan pemerintah kota justru memberatkan para pedagang. “Yang Mulai Tuan Walikota Maulana, harusnya mikir, Dak telap PKL beli lapak Angso Duo tu, kecuali sewanyo murah mungkin mampu mereka, kalau ruko jangan di tanyo, hargo mahal pokoknyo,” ujarnya, menyoroti ketidakmampuan PKL untuk membeli lapak atau menyewa ruko di lokasi baru dengan harga yang mahal.

Bacaan Lainnya

Menurut Dedek, para pedagang membutuhkan waktu untuk memulihkan aktivitas perdagangan mereka setelah relokasi. “Itu lah makanya butuh waktu untuk para PKL memulai usahanya lagi. Bagaimana kondisi ekonomi mereka menjelang mereka bisa memulai kembali mencari nafkah?” tanyanya, menekankan dampak ekonomi yang signifikan terhadap keluarga para pedagang.

Dedek juga menirukan keluhan netizen di media sosial, “Kasian keluarga mereka pasti kesusahan. Gubernur dan Walikota, merasakan Ndak KESULITAN ini?” Ungkapan ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap nasib para pedagang kecil yang terdampak relokasi.

Kritik ini menambah daftar panjang sorotan terhadap kebijakan relokasi PKL Angso Duo. Sebelumnya, sejumlah pihak juga telah menyuarakan keprihatinan terkait kurangnya sosialisasi dan solusi yang tidak memadai bagi para pedagang. Pemerintah Kota Jambi diharapkan dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan mencari solusi yang lebih berpihak kepada para pedagang kecil.

(Ari Widodo)

Pos terkait