Krisis Air Bersih di Teluk Lancang, Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai Batanghari yang Tercemar

FAKTA TEBO – Krisis air bersih melanda warga Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi. Meski jaringan air bersih sudah tersedia di wilayah tersebut, distribusinya tidak mencukupi kebutuhan warga. Akibatnya, masyarakat terpaksa menggunakan air Sungai Batanghari untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga mandi.

Ironisnya, air Sungai Batanghari diketahui telah tercemar limbah industri dan domestik, sehingga tak layak lagi digunakan untuk konsumsi rumah tangga. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait dampak kesehatan jangka panjang.

Bacaan Lainnya

“Yang saya khawatirkan, air sungai itu dipakai untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Padahal kita semua tahu kondisi air Batanghari sudah tercemar,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Warga mengungkapkan, selama ini sistem distribusi air bersih yang ada hanya mampu melayani sebagian kecil warga. Saat musim kemarau tiba, beberapa warga bahkan terpaksa membeli air bersih karena tidak ada pasokan dari jaringan air desa.

“Kami butuh sistem distribusi air bersih yang lebih baik dan mampu menjangkau seluruh warga. Jangan hanya mengandalkan satu sumber saja,” keluh warga lainnya.

Kondisi ini juga disorot oleh Ketua Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, M. Husni. Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan mengatasi persoalan ini secara serius.

“Kami minta pemerintah kabupaten melalui OPD terkait mencari solusi cepat dan jangka panjang. Ini menyangkut hak dasar warga atas air bersih yang sehat dan layak,” tegas Husni.

Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata, baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur air bersih yang baru maupun perbaikan sistem distribusi yang ada saat ini.(FB)

Pos terkait