FAKTA KERINCI – Puluhan rumah warga di Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batang Merao. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (28/11/2025) tersebut membuat sejumlah warga harus mengungsi ke lokasi aman.
Banjir yang melanda permukiman warga memiliki ketinggian air mulai dari selutut hingga pinggang orang dewasa. Selain merendam rumah, genangan air juga menutupi jalan desa sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.
Tim dari Posko Siaga Tanggap Bencana Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jambi langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga.
Dansat Brimob Polda Jambi, Kombes M. Faishal Aris, menjelaskan bahwa sebanyak 42 personel diturunkan dengan perlengkapan SAR lengkap.
“Untuk mendukung operasi kemanusiaan ini, Brimob menurunkan personel lengkap dengan peralatan pendukung antara lain 1 unit R6 Bus, 1 unit R6 Box, perlengkapan SAR Air seperti rompi pelampung, serta perlengkapan SAR Darat meliputi tali jiwa, helm keselamatan, masker gas NBC, APAR, hingga 1 unit perahu karet,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).
Beberapa warga yang terdampak telah dievakuasi ke sebuah hall desa sebagai tempat pengungsian sementara. Namun, masih ada warga yang memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu kondisi membaik.
Kapolda Jambi, Irjen Krisno H. Siregar, menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana kepolisian telah disiagakan untuk memastikan proses penyelamatan berjalan optimal.
“Personel siaga di Posko Taktis SAR Mako Kompi 3 Batalyon B Pelopor untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi. Diberangkatkan juga 10 personel Tim SAR menuju lokasi terdampak untuk mengecek kondisi masyarakat dan memonitor situasi banjir,” jelasnya.
Hingga laporan terakhir diterima, situasi di Desa Lubuk Suli masih terkendali. Kegiatan evakuasi terus dilakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah desa, relawan, dan pihak terkait lainnya.
“Setiap perkembangan kondisi banjir akan segera di-update oleh tim di lapangan sehingga bisa direspons cepat dalam situasi darurat,” tambah Kapolda.
Hingga saat ini, wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih berada dalam intensitas hujan tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir susulan, mengingat Sungai Batang Merao menjadi sumber luapan yang merendam Desa Lubuk Suli.(FB)







