Kisruh Pendataan Bansos di Sungai Mancur: Warga Miskin Tersisih, Keluarga Perangkat Terdata

FAKTA BUNGO – Sejumlah emak-emak di Dusun Sungai Mancur menyuarakan keluhan terkait pendataan bantuan sosial pemerintah, khususnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka menilai masih banyak warga miskin yang tidak terdata sebagai penerima bantuan, sementara beberapa keluarga perangkat dusun justru tercatat sebagai penerima.

Keluhan tersebut mencuat setelah warga melihat ketimpangan penyaluran beras jatah keluarga miskin di wilayah tersebut. Menurut warga, pendataan penerima bansos dinilai tidak berjalan objektif dan tidak mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Sampai hari ini masih banyak warga yang betul-betul miskin tidak masuk dalam daftar penerima BPNT maupun PKH. Kami hanya ingin keadilan, mohon pemerintah turun melihat langsung kondisi kami,” ungkap salah satu emak-emak yang ikut menyampaikan aspirasi.

Warga menyebutkan sejumlah nama yang dinilai layak menerima bantuan karena kondisi ekonomi yang serba kekurangan, namun hingga kini tidak masuk dalam sistem data bansos:

 

1. Siti Patimah

2. Normi

3. Saripah

4. Suhaibah

5. Japar

6. Aisah

7. Halimah

8. Asminar

9. Ernawati

10. Halimah

11. Santi

12. Patimah

13. Aminah

Masyarakat berharap pemerintah dusun maupun instansi terkait segera melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima BPNT dan PKH agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Warga juga meminta Dinas Sosial dan pemerintah kabupaten turun langsung ke lapangan untuk memeriksa proses pendataan. Mereka menilai adanya dugaan ketidaktepatan data yang menyebabkan warga tidak mampu terabaikan, sementara pihak yang ekonominya lebih baik justru mendapatkan bantuan.

“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh agar bantuan benar-benar diterima oleh orang yang membutuhkan. Ini menyangkut hak masyarakat kecil,” ujar perwakilan emak-emak lainnya.(FB)

Pos terkait