FAKTA BUNGO –
Penulis : Farhan
Breadwinner atau tulang punggung adalah individu dalam sebuah keluarga yang menjadi pencari nafkah utama dan bertanggung jawab secara finansial untuk mendukung kebutuhan rumah tangga. Penelitian menunjukkan bahwa peran breadwinner tidak hanya memengaruhi aspek ekonomi keluarga tetapi juga berdampak pada kesejahteraan psikologis individu tersebut. Dari peran tersebut terdapat perbedaan pengaruh peran breadwinner berdasarkan gender, karena faktor sosial dan ekspektasi budaya yang berbeda antara pria dan wanita. The stereotypical gender roles that men should be the main income earners or “breadwinner” and woman should primarly be responsible for the care of children and household chores or”caregivers” in the household are widely acknowledged normative constraints to women’s economic empowerement (Jayachandran, 2021). Umumnya, menjadi breadwinner utama bisa menimbulkan tekanan psikologis, khususnya pada pria yang dianggap sebagai pencari nafkah dalam keluarga yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental mereka. Dalam kehidupan sosial, peran breadwinner seringkali dianggap sebagai simbol tanggung jawab seseorang dalam menopang kehidupan keluarga. Saya berpendapat bahwa di balik peran tersebut terdapat tekanan psikologis yang terus menghantui mereka. Ketika seseorang harus memikul beban ekonomi keluarga yang besar tanpa dukungan emosional dapat menimbulkan stress, kelelahan emosional bahkan mengarah ke konflik batin yang berkepanjangan. Di dalam kasus ini saya menyoroti peran breadwinner sekaligus caregiver yang ditanggung penuh oleh seorang individu dan dampak psikologis yang dialami akibat ketidakhadiran peran orangtua sebagai simbol keluarga fungsional hasil analisis dari film 1 Kakak 7 Ponakan. film 1 kakak 7 ponakan menceritakan peran seorang kakak (Atmo) yang harusbertanggung jawab penuh baik secara ekonomi dan juga pengasuhan terhadap tujuh ponakannya setelah kehilangan kedua orangtua mereka. Dari kondisi tersebut dapat dipastikan menimbulkan ketidakseimbangan psikologis seperti stress dan kelelahan emosional. Selain dampak negatif, fenomena tersebut juga dapat berbentuk sesuatu yang positif seperti menguatkan sifat resiliensi yang dimiliki oleh seseorang. Menurut (Haru, 2023), Resilience, yang berarti ketahanan dalam bahasa Inggris, berasal dari kata Latin resilire, yang berarti melompat, yang berarti kemampuan untuk bergerak maju dan berpindah ke depan melewati hal-hal yang dulunya menghalangi. Meskipun dalam situasi yang penuh oleh tekanan sebagai breadwinner sekaligus caregiver, individu harus memiliki kemampuan untuk bergerak maju guna mengurangi beban psikologis yang dialami. Amat penting bagi seseorang untuk dapat menghadapi dan mengatasi tantangan hidup
secara adaptif, belajar darinya, dan beradaptasi dengan situasi sulit (Kusuma et al., 2023).
Apabila seseorang tidak memiliki sifat resiliensi yang kuat maka akan mudah berdampak pada
psikologis hingga dapat memengaruhi kehidupan sosialnya.
Atmo sebagai peran utama dalam film ini dapat mengalami beberapa dampak
psikologis yang muncul akibat tanggung jawab ganda yang ditanggungnya sebagai
breadwinner dan caregiver. Beberapa contoh tekanan psikologis yang dapat dialami adalah
kelelahan, kecemasan, frustrasi, dan ketegangan kerja. Beberapa hasil penelitian menunjukkan
bahwa individu yang menjalankan peran ganda sering merasa kesulitan dalam mengatur waktu
dan menghadapi tuntutan yang saling bertentangan antara tanggung jawab dalam keluarga
maupun pekerjaan.
Dalam penelitian (Jeffrey H. Greenhaus, Nicholas J. Beutell, Source of Conflict
Between Work and Family Roles 1985). Menjelaskan konsep teori work-life conflict yang dimana suatu kondisi ketika tuntutan pekerjaan dan tuntuan kehidupan pribadi atau tuntutan keluarga saling bertentangan. (Kahn et al. (1964), the following definition of work-family conflict is a form of interrole conflict in which the role pressures from the work and family domains are mutually incompatible in some respect. Hal ini memungkinkan pemegang peran ganda seperti Atmo dalam film 1 Kakak 7 Ponakan sebagai breadwinner sekaligus caregiver di rumah mengalami berbagai tekanan psikologis seperti frustasi, kelelahan dan rasa bersalah sehingga membutuhkan resiliensi yang tinggi guna mengurangi risiko tekanan psikologis lebih lanjut. Kurangnya dukungan emosional dari keluarga maupun kerabat dapat memperburuk kondisi seseorang dengan peran breadwinner dalam keluarga disfungsional yang tergambarkan di dalam film 1 Kakak 7 Ponakan. Atmo harus berjuang sendiri mengatur kebutuhan keluarga besar sekaligus mempertahankan karier dan kehidupan pribadinya, yang menimbulkan stress serta kelelahan baik secara fisik maupun mental. Di dalam film memperlihatkan kakak ipar Atmo yang seharusnya memberikan dukungan sosial kepada Atmo justru selalu meminta uang kepadanya dengan iming-iming investasi masa depan sehingga memperparah kondisi psikologis atmo. Suatu hubungan dianggap positif bila individu yang terlibat memandang pengalaman dalam arti harapan dan aspirasinya dapat mendukung atau mempertahankan rasa harga dirinya (Likert, 1961). Oleh sebab itu, dukungan sosial sangat berarti bagi mereka yang memiliki tanggung jawab breadwinner sekakigus caregiver. Sebagai keluarga ataupun kerabat perlu untuk kita memberikan dukungan emosional penuh kepada pemegang peran breadwinner sekaligus caregiver guna mengurangi dampak psikologis mereka. Dengan adanya dukungan emosional, pemegang peran tersebut lebih merasa dihargai dan dicintai sehingga dapat mencegah beban psikologis baru dan juga mengurangi beban psikologis yang sudah ada. Secara keseluruhan hasil dari pandangan ahli dan beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab sebagai breadwinner sekaligus pengasuh sangat berdampak besar pada kesejahteraan psikologis seseorang. Penelitan juga menjelaskan bahwa adanya work-family conflict dimana ketidakselarasan tanggung jawab yang hanya dipegang satu orang saja dapat menyebabkan rasa stress, frustasi serta rasa bersalah karena ketidakmampuannya dalam menjalani dua peran sekaligus.




