FAKTA BUNGO – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bungo per Selasa, 23 Desember 2025, menunjukkan kondisi yang bervariasi. Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), dua SPBU utama di Muara Bungo dilaporkan kehabisan BBM subsidi jenis Bio Solar, bahkan Pertamax di salah satu SPBU juga kosong.
Data stok BBM ini diperoleh dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Muara Bungo dan sekitarnya, yang saat ini menjadi perhatian serius masyarakat akibat kembali munculnya antrean panjang kendaraan.
Berdasarkan data stok harian, dua SPBU strategis di Muara Bungo dilaporkan nol stok Bio Solar, yakni:
SPBU Pal 9 (No. 24.372.22)
Bio Solar: 0 liter dari kuota 8 KL
SPBU Pal 3 (No. 24.372.44)
Bio Solar: 0 liter
Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan, mengingat Bio Solar merupakan BBM subsidi yang sangat vital bagi kendaraan angkutan umum, logistik, sektor pertanian, hingga pelaku usaha kecil.
Sementara itu, dua SPBU lainnya masih memiliki stok Bio Solar, meskipun jumlahnya tidak tergolong besar:
SPBU SKB (No. 24.372.21)
Bio Solar: 9.987 liter
SPBU CADIKA (No. 24.372.48)
Bio Solar: 8.000 liter
(sebelumnya tertulis KL, diduga salah penulisan satuan)
Stok Lengkap BBM SPBU Pal 9 (24.372.22)
Tanggal: 23 Desember 2025
Pertalite : 5.200 L / Kuota 16 KL
Pertamax : 0 L / Kuota 8 KL
Dexlite : 9.200 L / Kuota 8 KL
Bio Solar : 0 L / Kuota 8 KL
Pertamax Turbo : 0 L
Pertamina Dex : 0 L
Stok BBM SPBU Pal 3 (24.372.44)
Tanggal: 23 Desember 2025
Bio Solar : 0 L
Dexlite : 8.000 L
Pertamax : 8.000 L
Pertalite : 48.000 L
Stok Pertalite di SPBU ini tercatat paling tinggi, menjadi penopang utama kebutuhan BBM masyarakat.
Stok BBM SPBU SKB (24.372.21)
Kabupaten Bungo | 23 Desember 2025
Pertamax Turbo : 228 L
Pertalite : 26.496 L
Pertamax : 1.429 L
Dexlite : 9.867 L
Bio Solar : 9.987 L
Stok BBM SPBU CADIKA (24.372.48)
Bio Solar : 8.000 L
Pertalite : 16.000 L
Pertamax : 0 L
Dexlite : 5.500 L
Pertamina Dex : 0 L
Pertamax Turbo : 0 L
Secara umum, Pertalite sebagai BBM penugasan masih dalam kondisi aman di sebagian besar SPBU, terutama di SPBU Pal 3 dengan stok mencapai 48.000 liter.
Sementara Dexlite (BBM non-subsidi) tersedia di seluruh SPBU yang dilaporkan, dengan stok tertinggi berada di SPBU SKB.
Namun, kosongnya Bio Solar dan Pertamax di dua SPBU besar dinilai berpotensi memicu antrean panjang dan gangguan distribusi jika tidak segera ditangani.
Kondisi ini memperkuat desakan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Bungo, Pertamina, serta Satgas BBM segera mengambil langkah cepat, termasuk penambahan kuota dan percepatan distribusi BBM, khususnya Bio Solar dan Pertalite, guna menghindari krisis BBM selama periode Nataru.
Data stok BBM ini juga menjadi acuan penting bagi aparat pengawas untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.(FB)